Desa Wisata Kelan terletak di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, dan mempunyai potensi wisata bahari dan wisata kuliner dengan memanfaatkan hasil laut berupa seafood sebagai menu utamanya. Potensi wisata tersebut saat ini sudah berjalan, namun secara ekonomi belum memberikan dampak yang maksimal. Hal ini disebabkan oleh menu pelengkap seafood berupa sayur-sayuran masih banyak dibeli dari luar Desa Wisata Kelan, padahal lahan perkebunan masih tersedia. Berdasarkan permasalahan tersebut maka solusi yang diberikan adalah penerapan Model Urban Farming Terintegrasi Aquaponik Bioflok, Ikan Nila Kebun Sayur Drip Irrigation. Model ini dikemas menjadi edutourism dengan sasaran siswa (SD dan SMP), wisatawan/pengunjung, dan masyarakat Desa Wisata Kelan. Implementasi solusi tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran (Pokdarwis dan Ibu-ibu PKK), siswa (SD dan SMP), dan wisatawan/pengunjung mengenai Urban Farming Terintegrasi Aquaponik Bioflok, Ikan Nila Kebun Sayur Drip Irrigation. Selain itu, masyarakat yang berkecimpung pada usaha wisata kuliner juga mengalami peningkatan pendapatan akibat berkurangnya kebocoran (leakages) pembelian menu pelengkap seafood berupa sayur-sayuran, dan juga sebagai akibat keberhasilan penguatan lingkungan yaitu keberhasilan pengolahan sampah domestik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk mendukung Model Urban Farming Terintegrasi Aquaponik Bioflok, Ikan Nila Kebun Sayur Drip Irrigation.
Copyrights © 2024