Mempersiapkan diri dengan lebih baik dalam proses belajar dan dalam menghadapi situasi tidak terprediksi tentu perlu memiliki cognitive readiness yang baik. Cognitive readiness merupakan cara bagaimana individu dapat mempersiapkan dirinya dengan lebih baik dan siap dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan media modul konseling cognitive readiness dalam meningkatkan cognitive readiness siswa. Research and Development (R&D) merupakan metode yang digunakan dalam penelitian, dengan model pengembangan ADDIE yaitu analyze, design, develop, implement dan evaluation. Namun pada penelitian ini dibatasi sampai pada tahap ketiga yaitu development. Modul konseling cognitive readiness siswa SMK adalah modul yang di dalamnya berisikan tentang materi dari cognitive readiness, aspek-aspek cognitive readiness dan faktor yang mempengaruhi cognitive readiness itu sendiri. Modul yang dikembangkan sudah melalui tahap uji validitas yang dilakukan oleh validator ahli media dengan nilai presentase sebesar 89%, penilaian validitas oleh uji ahli materi/konten dengan hasil validitas 93% dan penilaian dari praktisi media yaitu Guru BK dengan perolehan presentase sebesar 87% . Dari hasil penilaian yang dilakukan memperoleh kesimpulan bahwa modul konseling cognitive readiness sangat layak untuk dikembangkan dan digunakan oleh Guru BK maupun siswa.
Copyrights © 2024