Potensi Sumber daya Alam (SDA) pada bidang peternakan terus mengalami peningkatan di Desa Sumber Mulya Kabupaten Lamandau. Peningkatan terjadi sebab masyarakat di Desa Sumber Mulya Kabupaten Lamandau mulai mengembangkan usaha peternakan. Meningkatnya keinginan masyarakat terhadap usaha ternak selaras dengan kebutuhan konsumsi protein hewani yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut akan berjalan selaras dengan adanya pengelolaan manajemen peternakan dengan baik. Permasalahan yang sering timbul ialah ternak tidak selalu bunting dalam tiap tahunnya. Rata-rata masyarakat masih menggunakan kawin alam sebagai alternatif pengembangan usaha peternakan khususnya sapi potong. Permasalahan ini semakin di perkuat dengan melemahnya deteksi berahi dan sistem rekording. Inseminasi Buatan (IB) merupakan salah satu teknologi reproduksi ternak apabila diterapkan akan efisien dan sistem kawin dan kebuntingan pada ternak dapat diatur. Perbandingan kawin alam 1 pejantan hanya bisa mengawinin 1 ekor betina akan tetapi jika menggunakan IB masyarakat tidak perlu membeli pemacek/pejantan cukup dilakukan secara inseminasi. Hal tersebut tentunya harus didukung oleh perencanaan IB dengan baik agar target kebuntingan tercapai. Metode partisipatif masyarakat melalui penyuluhan dan diskusi bersama masyarakat akan menghasilkan studi kasus dan dapat dipecahkan bersama melalui penjelasan gambar dalam brosur akan memberikan pemahaman lebih sederhana dan dipahami masyarakat.
Copyrights © 2024