Kitab Wahyu sebagai karya apokaliptik menawarkan berbagai simbol yang sering kali disalahpahami, termasuk simbol "Langit yang Baru dan Bumi yang Baru" dalam Wahyu 21. Simbol ini memiliki relevansi signifikan dalam konteks kontemporer, khususnya dalam isu-isu ekologi dan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna simbolisme tersebut sebagai pesan eskatologis yang mencerminkan pengharapan akan pembaruan total di masa depan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka digunakan untuk menganalisis literatur teologi, sejarah, dan sosial terkait. Simbol "Langit yang Baru dan Bumi yang Baru" ditafsirkan sebagai transformasi total yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visi dan pesan apokaliptik dalam simbol ini relevan dalam menginspirasi tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman simbol apokaliptik ini tidak hanya memberikan pengharapan akan pemulihan di masa depan, tetapi juga mendorong tindakan nyata di masa kini untuk menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan lingkungan sebagai wujud respons terhadap kasih Allah.
Copyrights © 2024