Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran dimana bahasa Indonesia dilaksanakan secara konvensional yang lebih fokus pada guru dari pada peserta didik. Kurangnya keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran dan minimnya interaksi antara guru dan peserta didik juga dapat berdampak pada hasil belajar peserta didik yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan culturely responsive teaching (CRT) serta mengidentifikasi dampaknya terhadap hasil belajar. Oleh karena itu, penelitian tindakan kelas dilakukan dalam 2 siklus. Siklus 1 menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan siklus 2 menggunakan model pembelajaran berbasis masalah yang digabungkan dengan CRT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah yang diintegrasikan dengan CRT dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan membuat mereka lebih aktif dalam pembelajaran karena peserta didik diberi permasalahan kontekstual berupa warisan budaya lokal tempat tinggalnya. Proses pembelajaran berbasis masalah terkait dengan sosial budaya sangat menarik minat peserta didik dalam belajar dan membuat pembelajaran lebih bermakna bagi peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah yang terintegrasi dengan pengajaran responsif budaya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Copyrights © 2024