Pesatnya perkembangan minimarket modern berdampak terhadap penurunan penjualan warung tradisional yang dikelola penduduk lokal setempat dilingkungan Kertha Sari, Sidakarya, Denpasar Selatan, Denpasar karena masyarakat lebih memilih berbelanja di minimarket modern yang pada akhirnya keberadaan warung tradisional yang dikelola oleh penduduk lokal setempat tidak dapat bertahan dan tutup. Pesatnya perkembangan minimarket modern tidak menyurutkan warung kelontong madura yang dikelola oleh pendatang dari etnis madura untuk tetap tumbuh dan berkembang di lingkungan Kertha Sari, Sidakarya, Denpasar Selatan, Denpasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persaingan dan strategi warung kelontong madura di lingkungan Kertha Sari, Sidakarya, Denpasar Selatan untuk mempertahankan eksistensi usahanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Informan penelitian adalah pelaku usaha Warung kelontong Madura di lingkungan Kertha Sari, Sidakarya, Denpasar Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh warung kelontong madura dalam mempertahankan eksistensinya adalah diversifikasi produk, harga relatif lebih murah dari pesaing, pemilihan tempat usaha yang strategis, penataan barang dagangan, pemberdayaan keluarga dengan sistem bagi hasil dan asas kepercayaan dalam pengelolaan, dan buka setiap hari selama 24 jam. Keseluruhan strategi yang diterapkan warung madura mampu mempertahankan eksistensi warung madura di tengah semakin kompetitifnya persaingan antar warung tradisional dan minimarket modern.
Copyrights © 2024