Mahasiswa calon guru matematika yang berasal dari asal sekolah berbeda sering kali menunjukkan minat, kompetensi, maupun partisipasi yang berbeda saat pembelajaran matematika. Perbedaan ini dapat menunjukkan dugaan bahwa identitas matematis yang mereka miliki bisa saja berkaitan dengan asal sekolah sebelumnya. Penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data uji Kruskall Wallis dilakukan untuk mengidentifikasi apakah ada perbedaan identitas matematis yang dimiliki mahasiswa calon guru matematika dengan asal sekolah yang berbeda. Sebanyak 88 mahasiswa dari 3 asal sekolah berbeda yaitu MA, SMA, dan SMK dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun nilai mean rank mahasiswa calon guru matematika dari ketiga asal sekolah berbeda, namun tidak ditemukan perbedaan identitas matematis yang signifikan secara statistik (nilai asymptotic sig 0,335 > 0,05) pada mahasiswa calon guru matematika yang berasal dari asal sekolah berbeda, termasuk untuk setiap komponen pembentuk identitas matematis. Oleh karena itu, dosen atau pendidik matematika diharapkan dapat menciptakan iklim pembelajaran yang kolaboratif tanpa membedakan asal sekolah mahasiswa demi tercapainya tujuan pembelajaran dan berkembangnya identitas matematis yang positif bagi mahasiswa calon guru matematika.
Copyrights © 2024