Latar Belakang: Menurut World Health terdapat 20 juta kelahiran pertahun (15 - 20%) yang mengalami kelahiran dengan berat lahir yang kurang Bayi dengan BBLR cenderung mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan seperti lambatnya perkembangan kognitif, kelemahan saraf, serta berisiko pada kematian bayi.Tujuan: mengetahui faktor risiko anemia dengan kejadian BBLR tahun 2022. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan Case- Control dengan sampel berjumlah 596 orang ibu bersalin di Rumah Sakit Pusri Palembang, dilakukan pada bulan Februari s.d Mei 2022. Pemilihan responden berdasarkan systematic random sampling. Analisa data yang digunakan Analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan diantara kejadian BBLR, terdapat 26 (56,5%) ibu hamil yang tidak anemia terjadi BBLR. Hasil uji statistiik dengan menggunakan chi square didapatkan p-value = 0,273 lebih besar dari α = 0,05 sehingga dinyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anemia dengan kejadian BBLR. Saran: Bagi petugas Kesehatan dan RS Pusri dapat memberikan konseling dan pemantauan kesehatan ibu dan bayi sejak dalam kandungan dan memberikan tablet Fe pada ibu hamil, serta adanya pemberian tablet Fe pada remaja putri sehingga remaja siap melahirkan generasi yang lebih sehat baik jasmani maupun Rohani. Kata Kunci : Anemia, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Copyrights © 2024