Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh fortifkasi tepung kedelai, yang diformulasikan dengan tepung sagu ataupun tepung cassava, terhadap nilai gizi produk beras instan alternatif yang dihasilkan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian meliputi penggunaan jenis tepung sebagai bahan makanan pokok alternatif (A) : A1=Tepung sagu, A2=Tepung Cassava serta Penggunaan tepung kedelai sebagai fortifkasi (B) : B0 = 0%, B1= 6%, B2= 12%, B3= 18%, dan B4= 24%. Hasil interaksi kedua perlakuan menunjukkan bahwa: Perlakuan penggunaan jenis tepung sagu (A1) dengan perlakuan penggunaan tepung kedelai pada tingkat 24% (B4), menghasilkan beras instant dengan kadar protein terbesar yakni 11,98%. Interaksi kedua perlakuan terhadap penilaian organoleptik produk beras instant alternatif, memberikan hasil tertinggi masing-masing pada penilaian âwarnaâ yakni perlakuan A2B0=3,80 (biasa sampai suka); penilaian âaromaâ yakni perlakuan A2B2=3,47 (biasa sampai suka); penilaian âteksturâ yakni perlakuan A2B0=3,67 (biasa sampai suka); serta penilaian ârasaâ yakni perlakuan A2B1=3,40 (biasa sampai suka).
Copyrights © 2015