Tulisan ini hendak menjawab pertanyaan sentral: apakah di dalam pelaksanaan Liturgi ada unsur-unsur katekese. Apakah liturgi hanya berurusan dengan menjalin hubungan antara Allah dan manusia: Allah yang “turun” ke atas manusia dan melimpahkan karuniaNya ke atasnya, sedangkan manusia yang “menaikkan” berbagai corak doa kepada Allah serta para orang kudus? Ternyata – pada menyelidiki sejumlah acara liturgi – de facto dalam pelaksanaan liturgi, terdapatlah unsur-unsur katekese, bukan hanya untuk menjelaskan liturgi itu sendiri, melainkan juga katekese secara lebih “umum.” Dalam liturgi, katekese itu disodorkan dalam suatu konteks berupa pujian dan pertobatan, rahmat dan hiburan.
Copyrights © 2012