Para penggemar sering kali berinteraksi dengan penggemar lainnya untuk saling bertukar pendapat dan berbagi minat yang sama melalui media sosial. Istilah "fandom" mengacu pada para penggemar yang berkumpul untuk membentuk sebuah komunitas dan menciptakan subkultur yang berbeda. Dalam budaya K-Pop, setiap grup idola memiliki fandomnya sendiri, yang mengarah pada berbagai dinamika sosial, termasuk fanwar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi latar belakang dan penyebab fanwar yang dialami oleh fandom CARAT; (2) menganalisis fanwar menggunakan teori konflik Lewis A. Coser; dan (3) mengidentifikasi strategi penyelesaian konflik yang digunakan oleh fandom CARAT untuk menghindari dan menyelesaikan fanwar yang terjadi di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa: (1) beberapa faktor berkontribusi terhadap terjadinya fanwar, meliputi: a) penyebaran rumor atau skandal yang melibatkan anggota grup idola; b) persaingan antara idola dan fandomnya dengan fandom lain; dan c) fanwars sebagai bentuk pembelaan penggemar terhadap idola mereka; (2) analisis fanwars menurut teori konflik Coser membedakan antara konflik realistis dan non-realistis; (3) fanwars terjadi baik di dalam fandom CARAT maupun antara CARAT dan fandom lainnya; (4) strategi resolusi atau manajemen konflik yang digunakan oleh fandom CARAT untuk mengatasi fanwars.
Copyrights © 2024