Penyimpanan dan pendistribusian obat merupakan aspek penting dalam manajemen farmasi rumah sakit yang berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk men-gevaluasi kesesuaian sistem penyimpanan dan pendistribusian obat di UPTD RS Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara dengan standar yang ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan retrospektif dan prospektif, melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 13 indikator penyimpanan obat, 38% telah memenuhi standar, sedangkan 62% terkendala oleh keterbatasan ruang dan pencatatan manual. Pada aspek pendistribusian obat, 67% dari 6 indikator yang dievaluasi telah memenuhi standar, namun terdapat kendala berupa keterbatasan tenaga farmasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas ruang penyimpanan serta digitalisasi sistem pencatatan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan obat sehingga dapat mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Copyrights © 2025