Diare merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak tiga kali atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair atau buang air besar lebih sering dari biasanya. Tahun 2022 Puskesmas Rukun Lima merupakan puskesmas dengan kasus diare balita tertinggi yakni sebanyak 185 kasus dibandingkan dengan 25 puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Ende. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rukun Lima Kabupaten Ende. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 92 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah perilaku mencuci tangan (p-value=0,001), pengolahan sampah (p-value=0,042) dan saluran pembuangan air limbah (p-value=0,046). Adapun variabel yang tidak berhubungan adalah pendidikan ibu (p-value=0,763) dan pengetahaun ibu (p-value=0,912). Disimpulkan terdapat hubungan antara perilaku mencuci tangan, pengolahan sampah dan saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita serta tidak adanya hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita.
Copyrights © 2025