Perkembangan teknologi yang maju akan menjadikan IKM Batik tertinggal dalam hal daya saing pasar dan inovasi, apabila masih banyak pelaku yang belum memahami akan pentingnya akses pasar melalui digital marketing. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan peluang akses pasar bagi pelaku IKM batik di Kota Surakarta melalui pemetaan hasil produksi IKM batik. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan. Teknik dalam kegiatan ini berupa mapping pelaku IKM batik, pelatihan dan pembinaan IKM Batik. Hasil analisis yang didapatkan, Kota Surakarta memiliki dua sentra batik yaitu Sentra Kampung Batik Kauman dan Sentra Kampung Batik Laweyan. Kedua sentra tersebut memiliki potensi tinggi terhadap produknya karena memiliki ciri khas tersendiri mulai dari motif, bahan, sejarah sampai pada penggunaan bahan pewarna alam. Akan tetapi, masih banyak pelaku IKM Batik yang kurang pemahamannya akan pentingnya akses pasar, dilakukannya pelatihan dan pendampingan: pelatihan digital marketing; pelatihan legalitas Perusahaan (IKM); pelatihan IKM untuk akses pasar; pelatihan/sosialisasi akses pembiayaan; dan pelatihan pengunaan batik pewarna alam bagi pelaku IKM di Kota Surakarta.
Copyrights © 2025