Pernikahan dini merupakan masalah serius yang masih dihadapi masyarakat di Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Data menunjukkan bahwa Lombok Tengah memiliki angka pernikahan anak tertinggi di Nusa Tenggara Barat, mencapai 48,64%. Di era teknologi informasi, remaja usia sekolah menengah pertama rentan terhadap pengaruh negatif media digital, yang dapat mendorong keputusan untuk menikah dini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendidik remaja guna mencegah pernikahan dini, melalui pelatihan literasi digital, penguatan komunikasi keluarga, dan penerapan nilai-nilai budaya lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di dua sekolah menengah pertama di Kecamatan Pujut dengan melibatkan 60 peserta. Hasil survei pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua terkait dampak pernikahan dini (35% menjadi 85%), peran teknologi dalam pendidikan anak (50% menjadi 78%), dan strategi mendidik remaja di era digital (40% menjadi 80%). Metode interaktif seperti diskusi, simulasi, dan role-play terbukti efektif dalam mengubah pola pikir dan meningkatkan keterampilan orang tua. Program ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif berbasis budaya dan teknologi untuk mengatasi pernikahan dini. Diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk mendukung pemberdayaan keluarga dalam membangun generasi muda yang berkualitas.
Copyrights © 2025