Seorang perekam medis harus mampu menetapkan kode diagnosis dan tindakan dengan tepat sesuai dengan klasifikasi. Kegiatan pengkodean selain harus tepat juga harus konsistensi menggunakan ICD-10 dan ICD 9 CM. Pengkodean persalinan harus sesuai dengan aturan World Health Organization (WHO) terdiri dari Penyulit persalinan (O00-O99), metode persalinan (O80-O84) dan Outcome of delivery (Z37.-). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketepatan kode, konsistensi diagnosis dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakkonsistenan diagnosis pada kasus persalinan Triwulan I di RSIA Al Hasanah Madiun menggunakan 5M. Penelitian ini menggunakan metode Desktriptif Kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 167 berkas rekam medis kasus persalinan Triwulan I dengan total sampling . Pada penelitian ini didapatkan hasil ketepatan sebesar 143 (85,63%) berkas dan ketidaktepatan penyulit sebesar 14 (8,34%) berkas dan ketidaktepatan metode persalinan sebesar 10 (5,96%) berkas dan ketidaktepatan Outcome of delivery sebesar 0(0%) berkas , sedangkan kode tindakan 130 berkas (77,84%) kode tindakan sudah tepat dan 37 (22,16%) kode tindakan belum tepat. Presentase kekonsistensian pemberian diagnosis mendapatkan hasil konsisten sebesar 161 berkas (96,4%) dan 6 (3,60%) berkas tidak konsisten. Hasil wawancara didapatkan faktor-fator yang mempengaruhi ketidakkonsistenan pada Man,Methode, Money. Kesimpulan coder belum pernah mengikuti pelatihan dan tidak adanya Standar Operasional Prosedur terkait kasus persalinan.
Copyrights © 2024