sebagian kelompok Salafi menganggap demokrasi sebagai sistem yang tidak islami dan sesat, namun ada di antara mereka yang tetap memanfaatkan pemilu untuk memilih pemimpin yang dianggap dapat membawa kebaikan bagi umat Islam. Pendapat dari beberapa narasumber menunjukkan variasi sikap, dari yang mendukung partisipasi aktif dalam pemilu hingga yang cenderung apatis terhadap politik praktis. Gerakan Salafi di Solo juga menunjukkan dinamika yang kompleks dalam hubungannya dengan pemerintah. Beberapa di antara mereka menaati pemerintah yang sah meskipun tidak menjalankan syariat Islam secara penuh, asalkan umat Islam masih bebas menjalankan ibadahnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran dan dampak gerakan Salafi di Solo serta membantu dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan kesejahteraan masyarakat dalam konteks pemilu 2024.
Copyrights © 2025