Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan jenis proses morfologis yang paling banyak digunakan pada neologisme bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan mendeskripsikan bentuk-bentuk neologisme dalam bidang tersebut berdasarkan morfosemantiknya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan campuran. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menghitung persentase dari proses morfologis yang ditemukan, sedangkan pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam dan mengandung makna. Data yang digunakan berupa istilah-istilah bidang IPTEK yang termasuk neologisme pada artikel-artikel jurnal IPTEK-KOM yang dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan kajian morfosemantik untuk melihat proses pembentukan neologisme bidang IPTEK serta perubahan makna yang terjadi. Dari hasil pembahasan, ditemukan tiga jenis proses morfologis yang digunakan sebagai cara pembentukan neologisme bidang IPTEK, yaitu komposisi, afiksasi, dan abreviasi. Proses morfologis yang paling mendominasi adalah proses komposisi yang digunakan sebanyak 49%. Pada proses kombinasi, ditemukan bentuk neologisme berupa kata majemuk hasil kombinasi leksem tunggal dan leksem tunggal, leksem tunggal dan kata berafiks, serta kompositum dalam kompositum. Kemudian, pada proses afiksasi ditemukan bentuk neologisme berupa kata bentukan hasil penambahan prefiks peN-, sufiks -an, dan konfiks pe-an, sedangkan pada proses abreviasi ditemukan bentuk neologisme berupa singkatan dan akronim. Dari ketiga jenis proses morfologis tersebut, perubahan makna terjadi pada proses komposisi dan afiksasi.
Copyrights © 2024