Styrofoam menimbulkan timbunan sampah yang secara alamiah dapat terurai dalam jangka waktu 100 tahun. Sebenarnya sampah styrofoam dapat didaur ulang namun proses daur ulang melepaskan 57 senyawa – senyawa berbahaya di alam. Styrofoam bahkan dikategorikan sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Tahun 2014 sudah ada yang mengembangkan limbah Styrofoam menjadi lahan bisnis untuk pembuatan paving. Tahapan pembuatan paving dalam penelitian ini secara sistematik dapat dirinci sebagai berikut : Perhitungan jumlah limbah Styrofoam yang dihasilkan dalam pembakaran Styrofoam. Pembuatan paving dengan ukuran 21 x 10 x 6 cm sesuai perbandingan. Perbandingan 1 (paving konvensional), Perbandingan 2 ( Semen 30% + Styrofoam 30% + Abu Batu 40%). Kemudian dilakukan uji kuat tekan dengan mesin khusus di Laboratorium Teknik Sipil ITS pada masing - masing perlakuan yang telah dibuat. Maka terdapat nilai perbandingan dari paving campuran dengan paving konvensional .
Copyrights © 2024