Distribusi produk air minum dalam kemasan merupakan salah satu tantangan dalam manajemen logistik yang memerlukan pendekatan optimal untuk memaksimalkan keuntungan dengan sumber daya yang terbatas. Knapsack Problem adalah salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah optimasi distribusi dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan sebagai kendala utama. Dalam penelitian ini, distribusi produk air minum dalam kemasan dengan variasi kemasan 220 ml, 330 ml, 600 ml, dan 1500 ml dianalisis menggunakan metode Integer Programming (IP). Kendala yang dihadapi meliputi batas volume truk pengangkut sebesar 10.003.875 cm³ dan dimensi karton yang bervariasi untuk setiap ukuran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan distribusi produk air minum dalam kemasan guna memaksimalkan keuntungan dengan memanfaatkan kapasitas truk secara efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi optimal dicapai dengan mengangkut 1 kotak air minum kemasan 220 ml dan 378 kotak air minum kemasan 330 ml, menghasilkan keuntungan sebesar Rp4.735.000 serta memanfaatkan 99,993% kapasitas truk. Penelitian ini membuktikan bahwa metode Integer Programming efektif dalam menyelesaikan Knapsack Problem dalam konteks distribusi produk air minum dalam kemasan dan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan distribusi di sektor industri.Keywords: Knapsack Problem; Integer Programming; Distribui Produk; Optimalisasi Logistik; Kapasitas Kendaraan.
Copyrights © 2024