Pada tanah yang lunak, terdapat dua permasalahan utama yang perlu diperhatikan. Pertama, adalah rendahnya daya dukung tanah. Kedua, adalah tingginya tingkat penurunan tanah. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian mengenai stabilisasi tanah menggunakan abu arang tempurung kepayang. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Desa Monkongloe Bulu yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Hidrometer, penentuan kadar air, berat jenis, batas-batas Atterberg dan analisis saringan digunakan dalam metodologi penelitian. Unified Soil Classification System (USCS), diikuti dengan uji pemadatan standar Proctor. untuk mencapai nilai kepadatan maksimum dan mengukur daya dukung tanah dengan menambahkan variasi persentase abu arang tempurung kepayang yang berbeda yaitu 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air rata-rata 35,435% dan berat jenis 2,591, dengan plastisitas tergolong sedang. Tanah USCS termasuk lanau organik dan lempung berlanau organik (OL).
Copyrights © 2025