Maraknya perundungan (bullying) di kalangan pelajar mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi telah menjadi masalah yang serius dalam dunia pendidikan. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari perundungan (bullying). Metode pengabdian yang digunakan adalah metode ceramah, metode bermain dan kuis serta menggunakan uji statistik berupa paired sample t-test dengan membandingkan hasil post-test dan pre-test wawancara untuk analisis hasil PkM. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku positif di kalangan siswa-siswi, dengan diiringi oleh komitmen dari pihak sekolah untuk mengimplementasikan kebijakan anti perundungan (bullying) yang lebih terstruktur. Kegiatan ini di dasari dengan viralnya video perundungan di media sosial yang dikhawatirkan akan menjadi contoh dan pengaruh buruk kepada anak-anak yang melihat khususnya anak-anak usia Sekolah Dasar yang lebih mudah terpengaruh. Terlebih dengan minimnya pemahaman siswa dikarenakan kurangnya kegiatan edukasi anti perundungan (bullying).
Copyrights © 2025