Kurikulum pembelajaran Bahasa Indonesia seringkali masih bergantung pada metode pembelajaran teoritis dan hafalan. Hal ini mengakibatkan pembelajaran menjadi kaku, monoton, dan membosankan, sehingga siswa kesulitan memahami dan mengapresiasi bahasa Indonesia secara mendalam. Akibatnya, penguasaan bahasa Indonesia siswa masih rendah, dan mereka kesulitan mengembangkan keterampilan berbahasa serta mendukung penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan tepat. Untuk mengatasi hal ini, inovasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sangatlah penting. Kurikulum Merdeka Belajar memberikan kesempatan untuk menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada empat kemampuan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dengan metode yang interaktif dan menarik, guru dapat membantu siswa dalam pemahaman serta mengapresiasi bahasa Indonesia secara lebih mendalam, selaras dengan tujuan Profil Pelajar Pancasila. Ini berarti beralih dari metode konvensional menuju pembelajaran yang dinamis dan relevan.Perubahan ini membutuhkan komitmen untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga merangsang dan relevan dengan kehidupan siswa. Tujuannya adalah menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan memberdayakan siswa untuk menggunakannya secara efektif dan percaya diri dalam berbagai aspek kehidupan. Pendekatan ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka Belajar yang menekankan pendidikan berpusat pada peserta didik serta pengembangan individu yang holistik.
Copyrights © 2025