Persepsi terhadap kualitas layanan restoran sering kali bervariasi berdasarkan kelompok usia, karena terdapat perbedaan prioritas dan harapan dari setiap generasi. Pelanggan yang berusia muda, seperti generasi Z dan milenial, memiliki kecenderungan lebih menyukai aspek kecepatan layanan, kemudahan dalam memesan, serta inovasi teknologi pembayaran digital, atmosfer restoran yang unik dan instagramable. Mereka juga lebih responsif terhadap ulasan pihak lain dalam menilai sebuah kelebihan restoran. Sementara itu, kelompok lain yang jauh lebih tua, misalnya generasi X dan baby boomers, cenderung lebih melihat kualitas, hospitality karyawan, dan kenyamanan yang mendukung untuk kebutuhan bersosialisasi. Pelanggan yang lebih tua lebih menaruh perhatian terhadap detail seperti kebersihan, pelayan yang ramah dan santun, konsistensi rasa serta kualitas layanan. Tentu saja pelanggan lansia mereka juga memiliki persepsi yang berbeda, mereka lebih suka dengan pendekatan personal dalam layanan, seperti karyawan atau staf yang memiliki kepedulian secara khusus atau memberikan rekomendasi atau tanggap terhadap kebutuhan spesifik mereka. Perbedaan ini membawa pada sebuah konsekuensi bahwa pemahaman terhadap preferensi tiap kelompok usia penting bagi restoran untuk merancang strategi layanan yang efektif, demi memenuhi ekspektasi yang beragam dari pelanggan yang ada, Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah perbedaan persepsi yang signfikan di antara kelompok usia. Dengan metode purposive sampling dari 99 responden, riset ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi kualitas layanan restoran yang signifikan di antara kelompok usia responden.
Copyrights © 2025