Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STATUS SOSIAL KELUARGA, LITERASI KEUANGAN TERHADAP MANAJEMEN KEUANGAN INDIVIDU DAN LIFESTYLE Budhiartha, I Nyoman; Wibowo, Agung Edy; A. Nasution, M. Nur.; L. Tobing, Vargo Christian,; Cahayani, Kartika
JURSIMA Vol 12 No 1 (2024): Volume 12 Nomor 1 2024
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v12i2.880

Abstract

The social status of a family plays a crucial role in shaping a student's ultimate career aspirations as an individual, as does financial literacy, which an individual acquires from their parents or through learning and experience. A family's social status naturally influences whether a child, as an individual, has better access to financial education or otherwise. Families with a higher social status will certainly provide different opportunities compared to those of lower economic standing. Similarly, strong financial literacy can help individuals manage their personal finances effectively. In this era of disruptive technology, a family's socioeconomic status, financial literacy, and individual financial management models can all impact one's lifestyle. This study aims to analyze the influence of a family's socioeconomic status, financial literacy, and individual financial management on lifestyle. The respondents of this study numbered 123. The results indicate that family social status affects individual financial management, financial literacy affects individual financial management, family social status affects lifestyle, financial literacy affects lifestyle, and individual financial management affects lifestyle. Additionally, individual financial management mediates the relationship between family social status and lifestyle, as well as between financial literacy and lifestyle. Keywords: Family social status, Financial literacy, Individual financial management, Lifestyle
ELECTRONIC WORD OF MOUTH (EWOM) DAN MOTIVASI WISATAWAN TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DI JAM GADANG BUKTTINGGI SUMATERA BARAT Budhiartha, I Nyoman; Alhamdi, Rezki
JURNAL MENATA Vol. 1 No. 2 (2022): NOPEMBER
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buktinggi merupakan kota wisata yang banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada penelitian ini akan meneliti bagaimana pengaruh electronic word of mouth (ewom) dan motivasi wisatawan terhadap keputusan berkunjung di Jam Gadang Bukttinggi Sumatera Barat. Pada penelitian ini menggunakan 100 sampel. Penelitilan ini melakukna uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas serta uji T dan uji R. hasil dari penelitian ini menujukan bahwa ada pengaruh electronic word of mouth (ewom) dan motivasi wisatawan terhadap keputusan berkunjung di Jam Gadang Bukttinggi Sumatera Barat
PERBEDAAN PERSEPSI PEMBELAJARAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI TATA HIDANGAN PERGURUAN TINGGI PARIWISATA Abnur, Asman; Wibowo, Agung Edy; Budhiartha, I Nyoman
JURSIMA Vol 12 No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v13i1.989

Abstract

Pembelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) memiliki peran penting dalam membekali mahasiswa di Perguruan Tinggi dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan berusaha di masa yang akan datang. Dalam dunia yang semakin kompetitif, perusahaan tidak hanya membutuhkan produk atau layanan yang baik, tetapi juga tim yang kuat dan memiliki kompetensi unggulan. Dengan memahami prinsip-prinsip MSDM, mahasiswa belajar bagaimana menarik, mengembangkan, dan mempertahankan bakat yang memadai. Hal ini tidak hanya menunjang efisiensi operasional dan kegiatan perusahaan, namun juga menciptakan budaya kerja yang positif dan produktif. Pembelajaran MSDM memberikan wawasan mendalam tentang perilaku organisasi dan hubungan interpersonal di tempat kerja. Mahasiswa belajar bagaimana mengelola dan memotivasi karyawan, yang merupakan aset terpenting dalam bisnis. Keterampilan dalam komunikasi, penyelesaian konflik, dan negosiasi sangat vital untuk menciptakan lingkungan kerja. Dengan memahami dinamika tim dan strategi pengelolaan konflik, perusahaan dapat meminimalkan tingkat turnover dan meningkatkan kepuasan karyawan, yang pada gilirannya berdampak positif pada kinerja organisasi. Mahasiswa yang dilengkapi dengan pengetahuan tentang MSDM akan lebih siap untuk beradaptasi dengan inovasi dan transformasi yang terjadi dalam era industry saat ini, mahasiswa dapat mengimplementasikan praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya manusia, termasuk penggunaan data analitik untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Hal ini akan memberi mereka keunggulan kompetitif yang signifikan dan mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin yang efektif di masa mendatang. Studi ini bermaksud melihat dan mengukur perbedaan persepsi pembelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia dari perspektif jender. Hasil studi menunjukan bahwa dalam populasi yang digunakan tidak terjadi perbedaan persepsi dalam pembelajaran MSDM, dan kelompok mahasiswa berjenis kelamin pria tidak memiliki nilai lebih baik dari kelompok mahasiswa berjenis kelamin pria dari 26 responden yang digunakan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SISWA DI SMKN 1 BINTAN UTARA, KABUPATEN BINTAN Hardini, Widi; Cherryline, Violetta; Abnur, Asman; Budhiartha, I Nyoman; Lapotulo, Nensi; Saputra, Eryd; Simangunsong, Estheria Morhencie
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2025): Batara Wisnu | Januari - April 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v5i1.344

Abstract

Community service (PKM) is one form of real contribution from higher education in improving Indonesia's education quality. This activity aims to develop students' skills at SMKN 1 North Bintan, Bintan Regency, through structured and needs-based training. The methods used include lectures, discussions, and direct practice. The evaluation results showed an increase in student skills by 30% based on pre-test and post-test data. This article comprehensively discusses the implementation of this PKM, including its implications and potential for development
PERBEDAAN PERSEPSI KUALITAS LAYANAN RESTORAN SEDERHANA HARBOUR BAY Budhiartha, I Nyoman; Wibowo, Agung Edy
Postgraduate Management Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Postgraduate Management Journal
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/pmj.v4i2.1055

Abstract

Persepsi terhadap kualitas layanan restoran sering kali bervariasi berdasarkan kelompok usia, karena terdapat perbedaan prioritas dan harapan dari setiap generasi. Pelanggan yang berusia muda, seperti generasi Z dan milenial, memiliki kecenderungan lebih menyukai aspek kecepatan layanan, kemudahan dalam memesan, serta inovasi teknologi pembayaran digital, atmosfer restoran yang unik dan instagramable. Mereka juga lebih responsif terhadap ulasan pihak lain dalam menilai sebuah kelebihan restoran. Sementara itu, kelompok lain yang jauh lebih tua, misalnya generasi X dan baby boomers, cenderung lebih melihat kualitas, hospitality karyawan, dan kenyamanan yang mendukung untuk kebutuhan bersosialisasi. Pelanggan yang lebih tua lebih menaruh perhatian terhadap detail seperti kebersihan, pelayan yang ramah dan santun, konsistensi rasa serta kualitas layanan. Tentu saja pelanggan lansia mereka juga memiliki persepsi yang berbeda, mereka lebih suka dengan pendekatan personal dalam layanan, seperti karyawan atau staf yang memiliki kepedulian secara khusus atau memberikan rekomendasi atau tanggap terhadap kebutuhan spesifik mereka. Perbedaan ini membawa pada sebuah konsekuensi bahwa pemahaman terhadap preferensi tiap kelompok usia penting bagi restoran untuk merancang strategi layanan yang efektif, demi memenuhi ekspektasi yang beragam dari pelanggan yang ada, Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah perbedaan persepsi yang signfikan di antara kelompok usia. Dengan metode purposive sampling dari 99 responden, riset ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi kualitas layanan restoran yang signifikan di antara kelompok usia responden.
PERAN PROMOSI DAN HARGA DALAM MEMBANGUN KEPUTUSAN BELI Budhiartha, I Nyoman; Wibowo, Agung Edy; Hardini, Widi; Cherryline, Violetta
JURSIMA Vol 12 No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 2025
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v12i3.1137

Abstract

Kota Batam, sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia, memiliki daya tarik kuliner yang signifikan bagi wisatawan domestik dan internasional. Keanekaragaman hidangan lokal, menjadi bagian penting dari pengalaman wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh promosi dan harga terhadap keputusan beli pelanggan kuliner ayam kosek di Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survey, melibatkan 100 responden penikmati hidangan ayam kosek yang terletak di sebuah kawasan bisnis strategis di Kota Batam. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mencakup persepsi responden terhadap promosi, harga, dan keputusan beli produk ayam kosek. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan beli pelanggan di rumah makan ayam kosek di Batam. Strategi promosi yang efektif, termasuk pemanfaatan platform digital dan media sosial, terbukti mampu meningkatkan minat dan keinginan wisatawan untuk membeli produk ayam kosek. Selain itu, harga juga ditemukan memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan beli pelanggan di rumah makan ayam kosek. Penetapan harga yang strategis dan sesuai dengan persepsi nilai pelanggan menjadi faktor penting dalam menarik minat beli. Lebih lanjut, hasil analisis secara simultan menunjukkan bahwa promosi dan harga secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan beli pelanggan ayam kosek. Implikasi ini menjadi penting khususnya dalam merancang strategi promosi yang menarik dan menetapkan harga yang kompetitif dengan mempertimbangkan preferensi wisatawan. Pemanfaatan teknologi dalam menyampaikan informasi promosi dan penawaran harga yang menarik dapat menjadi keunggulan kompetitif.
PERSEPSI KESIAPAN BERWIRAUSAHA: MINDSET WIRAUSAHA, SELF-EFFICACY, DAN MOTIVASI DIRI Abnur, Asman; Wibowo, Agung Edy; Budhiartha, I Nyoman
JURSIMA Vol 13 No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 2026
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47024/js.v13i1.1289

Abstract

This study aims to identify differences in the perception of entrepreneurial readiness based on three main components, namely entrepreneurial mindset, self-efficacy, and self-motivation in three groups of students of the Culinary Arts, Culinary, and Room Division Study Programs. The quantitative method was used in this study with a comparative analysis design through a mean difference test. The research sample amounted to 47 students who were selected using purposive sampling techniques, with the criteria that they had taken courses in entrepreneurship, human resource management and study program practice in each learning. The results of the study show that there is a significant difference in the perception of entrepreneurial readiness between study programs. The results of the study confirm that the Culinary Study Program is considered the most prepared in terms of mindset, self-efficacy, and self-motivation because of its learning characteristics that are applicative, based on direct practice, and provide concrete experience in the production process and product innovation, the opportunity to develop products in real terms that strengthen self-confidence and give rise to higher motivation to start a business because they believe they have commodity value works in the future. These findings can be the basis for the development of a more comprehensive and equitable entrepreneurial learning strategy across vocational study programs.