Prestasi belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, prestasi belajar siswa menjadi penting karena Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi utama, serta dasar untuk memahami mata pelajaran lainnya. Penelitian menunjukkan kemandirian belajar dan berpikir kritis berkontribusi terhadap prestasi belajar. Siswa yang memiliki kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis lebih tinggi cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik karena lebih siap menghadapi tugas-tugas yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 44 siswa kelas 5 SD yang menerapkan pembelajaran Flipped Classroom. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket/kuesioner yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu kemandirian belajar dan berpikir kritis menggunakan kuesioner. Untuk prestasi belajar datanya didapatkan dari nilai rapor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan dibandingkan dengan pendapat para ahli ada beberapa hal yang tidak sesuai. Flipped classroom adalah proses siswa mempelajari materi di rumah sebelum kelas dimulai dan kegiatan belajar di kelas berupa mengerjakan tugas, berdiskusi tentang materi yang belum dipahami siswa. Guru memberikan materi ke siswa melalui LMS kemudian siswa mengerjakannya dirumah jika selesai upload tugas tersebut di LMS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil belajar dengan menggunakan pembelajaran model flipped classroom kurang efektif. Karena tidak maksimalnya proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Mulai dari fungsi guru yang tidak maksimal, orang tua yang tidak bisa memberikan pemahaman dengan baik serta siswa yang masih membutuhkan pengawasan dalam menggunakan teknologi. Model Flipped Classroom perlu adanya perbaikan dan peningkatan baik dari sisi pengajar maupun sistemnya.
Copyrights © 2025