Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki wilayah rentan terhadap bencana termasuk bencana gempa bumi dengan Risk Index sebesar 43,5 dari 100 yang memiliki risiko bencana alam tertinggi kedua dengan tingkat kegempaan yang tinggi di dunia. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi korban dan menderita apabila terjadi bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dan paparan informasi dengan pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan gempa bumi di SMP IT Podok Modern Terpadu Al Izzah Kab. Serang Banten Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, populasi penelitian adalah 114 siswa dengan total sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 114 responden dengan tingkat pendidikan orang tua siswa 76,3% yang ternasuk jenjang pendidikan tinggi, sebanyak 57,9% tidak terpapar informasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi, pengetahuan siswa sebagian besar masih kurang sebanyak 56,1% dan siswa yang pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dikategorikan baik sebanyak 43,9%. Sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa (P value= 0,207) dan ada hubungan yang signifikan antara paparan informasi dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa (P value = 0,000). Diharapkan baik pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan berperan aktif dalam penyelenggaraan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menuju sekolah siaga bencana.
Copyrights © 2025