Nia Kurniatillah
Akademi Kebidanan Salsabila Cilegon

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Factors related to open defecation behavior: A cross-sectional study in Serang City, Banten, Indonesia Kurniatillah, Nia; Hayat, Fauzul; Masyruroh, Anis
Public Health of Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): April - June
Publisher : YCAB Publisher & IAKMI SULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v9i2.682

Abstract

Background: Open defecation remains a public health problem in Indonesia, contributing to various diseases such as diarrheal diseases within communities. Open defecation can be influenced by several factors, including socio-demographic, cultural, financial, and poor sanitation factors. However, these factors remain poorly investigated. Objective: This study aimed to determine the association between age, gender, level of education, knowledge, attitude, family income, local government support, availability of clean water, and family latrines with open defecation behavior in Serang City, Banten Province, Indonesia. Methods: A cross-sectional study design was selected, using purposive sampling in the study area. Data were collected from 220 respondents using a structured questionnaire from June to October 2022. Chi-square test was used to analyze the data. Results: The majority of the respondents were females (52.7%), and the dominant age group was >30 years old (50.9%). Bivariate analysis showed a significant relationship between gender (OR = 8.190, 95% CI =4 .460-15.038), attitude level (OR = 2.391, 95% CI = 1.271-4.500), family income (OR = 35.964, 95% CI = 8.477-152.582), local government support (OR = 4.540, 95% CI = 2.073-9.943), availability of clean water (OR = 2.834, 95% CI =1.632-4.922), and family latrines (OR = 19.260, 95% CI = 9.612-38.591) with open defecation behavior (p <0.05). There was no significant relationship between age, level of education, and knowledge with open defecation behavior (p >0.05). Conclusion: The main variables that significantly influenced open defecation behavior were female gender, family income, local government support, and family latrines. Therefore, there is a need for a policy shift to involve female empowerment and local government support to construct affordable and effective latrines, aiming to improve the current practice and eliminate open defecation.
Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 6 Panimbang di Kabupaten Pandeglang Tahun 2023 Kurniatillah, Nia; ferial, linardita; Hayat, Fauzul; Nurjaman, Nurjaman
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 4 No 01 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i01.3226

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan upaya seluruh warga sekolah untuk menjaga lingkungan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 6 Panimbang di Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan September-Desember tahun 2023. Hasil penelitian dari 119 siswa menunjukkan bahwa kebiasaan cuci tangan yang baik sebesar (68.9%), ketersediaan dan pemanfaatan kantin sehat yang tidak baik sebesar (60.5%), ketersediaan dan pemanfaatan jamban sehat yang baik sebesar (87.4%), Kebiasaan olahraga yang baik sebesar (89.9%), pemberantasan jentik nyamuk yang tidak baik sebesar (52.1%), lingkungan bebas rokok yang baik sebesar (100%), mengukur dan menimbang berat badan yang baik sebesar (85.7%), dan kebiasaan membuang sampah yang baik sebesar (53.8%) Dibutuhkan kerjasama dan peran aktif seluruh warga sekolah dalam berperilaku hidup bersih dan sehat
Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi di Puskesmas Mampang Prapatan Tahun 2022-2023 Syamiyah, Najah; Kurniatillah, Nia; Asfia, Fida
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 4 No 01 (2024): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v4i01.3227

Abstract

Karakteristik dari mayoritas pasien hipertensi di Indonesia yang terdiagnosis merasasehat dan tidak mengalami keluhan walaupun tekanan darahnya tinggi. Padahal, hipertensidapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan penyakit lainnya yangmenyebabkan kematian dan pembiayaan kesehatan yang cukup besar (Kemenkes, 2023).Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan diPuskesmas Mampang Prapatan. Pengobatan rutin pasien hipertensi merupakan salah satuindikator dalam pengukuran Indeks Keluarga Sehat (IKS) serta menjadi upaya yang palingefektif dalam pencegahan komplikasi.Dilakukan sebuah penelitian dengan menggunakan disain studi cross sectional untukmelihat gambaran kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Mampang Prapatantahun 2022-2023. Terdapat 6.070 pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas MampangPrapatan pada tahun 2022 dan sebanyak 6.025 pasien hipertensi yang berobat sampai bulanSeptember 2023. Berdasarkan analisis diketahui bahwa 61,9% pasien hipertensi selama duatahun tersebut adalah perempuan. Pada tahun 2022 hanya sebesar 4,1% pasien hipertensi yangrutin berobat setiap bulan, dan meningkat menjadi 9,9% pada tahun 2023. Peningkatan tersebutseiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan semenjak beralihnyamasa pandemi Covid-19 menjadi endemi. Namun demikian, presentasi pasien hipertensi yangmenjalani pengobatan secara rutin di puskesmas masih tergolong cukup rendah.Diperlukan sebuah upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien hipertensidi wilayah puskesmas mampang prapatan. Faktor pengetahuan serta motivasi pasien masihharus didalami untuk menentukan solusi yang paling efektif
SURVEILANS KUALITAS AIR MINUM RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JOMBANG, KOTA CILEGON TAHUN 2023 Hayat, Fauzul; Kurniatillah, Nia; Ferial, Linardita
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3877

Abstract

Menjamin kualitas air minum aman sampai dengan tingkat Rumah Tangga diperlukan penguatan upaya pengawasan kualitas air melalui kegiatan surveilans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil kegiatan surveilans kualitas air minum rumah tangga di wilayah kerja puskesmas Jombang Kota Cilegon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari-Maret 2025. Teknik pengambilan sampel penelitian adalah purposive sampling. Populasi dalam penelitian adalah seluruh sumber air minum rumah tangga. Besar sampel berdasarkan perhitungan Slovin sebanyak 36 sampel. Analisis dilakukan melalui olahan rangkuman dan kajian data yang tersedia di Puskesmas Jombang Kota Cilegon tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 sampel air minum rumah tangga yang dilakukan pemeriksaan fisik yaitu kadar pH rata-rata sebesar (7,7), TDS ditemukan rata-rata sebesar (362,42 mg/L), dengan konsentrasi minimum (24 mg/L) dan maksimum (785 mg/L). Pemeriksaan mikrobiologi yaitu sebanyak 0 (0,0%) telah memenuhi syarat kesehatan. Pemeriksaan kimiawi diantaranya adalah kadar fluoride (F) rata-rata sebesar 1,305 mg/L, dengan konsentrasi minimum dan maksimum (0,783 mg/L dan 1,588 mg/L). Kadar mangan (Mn) rata-rata sebesar 0,034 mg/L, dengan konsentrasi minimum dan maksimum (0,021 mg/L dan 0,048 mg/L). Kadar Besi (Fe) ditemukan rata-rata sebesar 0,015 mg/L, dengan konsentrasi minimum (0,010 mg/L) dan maksimum (0,021 mg/L). Kandungan Timbal (Pb) ditemukan rata-rata sebesar 0,083 mg/L, dengan konsentrasi minimum (0 mg/L) dan maksimum (1 mg/L). Masih terdapat parameter fisik dan kimiawi yang tidak memenuhi syarat kesehatan diperluan upaya edukasi masyarakat, advokasi, dan upaya bersama pemerintah daerah setempat dalam pengelolaan sumber air minum rumah tangga sehingga aman untuk dikonsumsi.
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PAPARAN INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN GEMPA BUMI Roziqin, Ahmad; Ferial, Linardita; Kurniatillah, Nia
JOURNAL OF BAJA HEALTH SCIENCE Vol 5 No 1 (2025): Journal of Baja Health Science
Publisher : Universitas Banten Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/joubahs.v5i1.3878

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki wilayah rentan terhadap bencana termasuk bencana gempa bumi dengan Risk Index sebesar 43,5 dari 100 yang memiliki risiko bencana alam tertinggi kedua dengan tingkat kegempaan yang tinggi di dunia. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi korban dan menderita apabila terjadi bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pendidikan orang tua dan paparan informasi dengan pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan gempa bumi di SMP IT Podok Modern Terpadu Al Izzah Kab. Serang Banten Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional, populasi penelitian adalah 114 siswa dengan total sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 114 responden dengan tingkat pendidikan orang tua siswa 76,3% yang ternasuk jenjang pendidikan tinggi, sebanyak 57,9% tidak terpapar informasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi, pengetahuan siswa sebagian besar masih kurang sebanyak 56,1% dan siswa yang pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dikategorikan baik sebanyak 43,9%. Sehingga tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan orang tua dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa (P value= 0,207) dan ada hubungan yang signifikan antara paparan informasi dengan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi siswa (P value = 0,000). Diharapkan baik pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan berperan aktif dalam penyelenggaraan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi menuju sekolah siaga bencana.
EDUKASI MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH PADA KELOMPOK NELAYAN KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS) DI KAMPUNG TANGGUL, KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG, BANTEN Kurniatillah, Nia
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i3.8936

Abstract

ABSTRAKBank sampah sebagai solusi dalam strategi pengelolaan sampah. Bank sampah merupakan salah satu program yang dapat mengubah pola pandangan masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Program pengabdian kepada masyarakat di lakukan pada warga nelayan Kampung Tanggul Jaya RT.006 RW.014 Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dimana terdapat sekitar 50 warga yang didominasi oleh ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian masarakat memberikan edukasi pengelolaan bank sampah pada kelompok nelayan kerang hijau (perna viridis) Kampung Tanggul. Hasil edukasi menunjukkan bahwa warga nelayan yang awalnya 100% belum tahu cara pengelolaan bank sampah, setelah diberi penyuluhan maka 98% telah mengetahui cara pengelolaan bank sampah. Edukasi ini membuka wawasan masyarakat bahwa limbah cangkang kerang dapat menghasilkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan bank sampah, sekaligus dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kata Kunci: Bank Sampah, Kerang Hijau, Kampung Tanggul.
EDUKASI MASYARAKAT MELALUI BANK SAMPAH PADA KELOMPOK NELAYAN KERANG HIJAU (PERNA VIRIDIS) DI KAMPUNG TANGGUL, KECAMATAN KASEMEN, KOTA SERANG, BANTEN Kurniatillah, Nia
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i3.8936

Abstract

ABSTRAKBank sampah sebagai solusi dalam strategi pengelolaan sampah. Bank sampah merupakan salah satu program yang dapat mengubah pola pandangan masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Program pengabdian kepada masyarakat di lakukan pada warga nelayan Kampung Tanggul Jaya RT.006 RW.014 Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, dimana terdapat sekitar 50 warga yang didominasi oleh ibu rumah tangga. Tujuan kegiatan pengabdian masarakat memberikan edukasi pengelolaan bank sampah pada kelompok nelayan kerang hijau (perna viridis) Kampung Tanggul. Hasil edukasi menunjukkan bahwa warga nelayan yang awalnya 100% belum tahu cara pengelolaan bank sampah, setelah diberi penyuluhan maka 98% telah mengetahui cara pengelolaan bank sampah. Edukasi ini membuka wawasan masyarakat bahwa limbah cangkang kerang dapat menghasilkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan bank sampah, sekaligus dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kata Kunci: Bank Sampah, Kerang Hijau, Kampung Tanggul.
Situasi Malaria di Kabupaten Lebak Hayat, Fauzul; Kurniatillah, Nia
Kesmas Vol. 3, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada periode 2002-2006, di Kabupaten Lebak, API tergolong Middle Case Incidence (MCI), dengan nilai rata-rata (2.87%) dan berada pada kisaran 2.04-4.51%. Dari 35 wilayah kerja puskesmas terdapat enam wilayah endemis yang meliputi puskesmas Malimping, Binuangeun, Bayah, Cihara, Panggarangan dan Cilograng. Ada wilayah kerja puskesmas yang dilaporkan dengan klasifikasi MCI. Penderita positif malaria cenderung meningkat secara fluktuatif dengan puncak yang tidak jelas, kasus positif malaria tertingi ditemukan pada bulan Februari, Maret, Mei, Juli dan Desember. Tingkat infeksi malaria yang tinggi pada kelompok populasi ditentukan berdasarkan proporsi sediaan darah positif malaria dari sediaan darah yang diperiksa dengan angka SPR 006 rata-rata 12.64%, dengan kisaran 8.68%-15.87%. Proporsi Annual Blood Examination Rate (ABER) digunakan untuk menentukan cakupan penduduk dilakukan pengambilan dan pemeriksaan sediaan darah. Pada tahun 2004-2006, ABER di Kabupaten Lebak rata-rata (26.03%) tersebar pada kisaran 14.35%-43.49%. Pada tahun 2006, kasus malaria (159 kasus) terdiri dari species P. Palcifarum (34) dan P.Vivax (124). Proporsi P.vivax yang tinggi mengindikasikan transmisi lokal malaria di kabupaten lebak yang rendah dan atau strategi pengobatan yang masih efektif terutama untuk P. palcifarum. Pengobatan malaria masih merupakan pilihan strategi yang tepat pengendalian malaria di Kabupaten lebak. Penemuan kasus secara dini dan pengobatan secara cepat dapat dilakukan dengan peran serta masyarakat dengan metode yang telah dikembangkan dan akan diimplementasikan di Kabupaten Lebak. During 2002-2006 , API in Distric of Lebak 2004-2006 was categorized in Middle Case Incidence ( MCI) which mean (2.87%) in interval of 2.04-4.51%. From 35 work regions of Public Health Center (puskesmas) in Distrik of Lebak, there are 6 regions of endemic reagent which include Malimping, Binuangeun, Bayah, Cihara, Panggarangan and of Cilograng. The endemic malaria of work regions of Puskesmas in 2002-2006, have reported the existence classified of MCI region. Positive malaria patients in 2001-2006 was fluctuative trend to increase with the higest in Februari, Maret,May, July and December. Level of malaria infection is indicated by the proportion of positive slide bloods malaria with number of SPR in Distric of Lebak in 2004-2006 (12.64%) with interval of 8.68%-15.87%. Percentage of ABER to determine the level of taken resident coverage and checked [by] his blood slide, where number of Annual Blood Examination Rate ( ABER) in Lebak District in the year 2004-2006 mean equal to 26.03% spread over from 14.35%-43.49%. From malaria case in the year 2006 equal to 159 malaria case consist of 34 species P. Palcifarum and 124 P.Vivax. Height Proportion of P.Vivax give indication that transmission of local malaria in Lebak District was low and or medication strategy still effective especially for the P. palcifarum of. effective medication for malaria still is correct strategy choice for the operation of malaria in Lebak District. Quick identification and medication can be done through community-based approach that has been developed and implemented in Lebak District.