Condition-Based Monitoring (CBM) merupakan metode pemeliharaan prediktif yang mengandalkan pemantauan parameter operasional untuk mendeteksi dini potensi kerusakan. Penelitian ini mengembangkan model CBM multi-parameter untuk memantau kondisi pompa sentrifugal pada sistem distribusi air bersih. Parameter yang diamati mencakup getaran, suhu, dan tekanan, yang dikumpulkan secara berkala dari empat unit pompa. Pengukuran dilakukan menggunakan vibration meter, infrared thermometer, dan manometer. Data dianalisis untuk mendeteksi tren degradasi dan anomali operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan tekanan pada beberapa pompa mengalami fluktuasi, sedangkan nilai getaran tetap berada dalam ambang batas aman. Pompa dengan suhu dan tekanan tidak stabil berpotensi mengalami degradasi performa yang lebih cepat. Penerapan CBM memungkinkan deteksi dini terhadap potensi kegagalan, sehingga dapat mengurangi risiko downtime dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan. Studi ini menekankan pentingnya pemantauan berbasis kondisi dalam menjaga keandalan sistem distribusi air bersih, terutama di lingkungan pendidikan yang memiliki keterbatasan anggaran pemeliharaan. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan jangka panjang serta analisis lebih lanjut terhadap hubungan antara performa pompa dan konsumsi energi.
Copyrights © 2025