Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self disclosure dan dukungan emosional dari dosen pembimbing terhadap stres akademik mahasiswa akhir yang sedang menyusun tugas akhir di Universitas Inaba. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang diolah menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi variabel self disclosure dan dukungan emosional dari dosen pembimbing memberikan kontribusi sebesar 36,4% terhadap stres akademik. Secara terpisah, self disclosure memberikan kontribusi yang lebih besar sebesar 39,6%, sementara dukungan emosional dosen pembimbing tidak menunjukkan pengaruh signifikan, dengan kontribusi sebesar 0%. Meskipun dukungan emosional seharusnya berperan penting, kenyataannya tidak cukup kuat atau sering untuk mempengaruhi stres mahasiswa. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa Univesitas Inaba merasakan stres akademik yang cukup tinggi, terutama terkait dengan ekspektasi akademik, tugas akhir, dan ujian. Dimensi stres terkait persepsi diri juga menjadi faktor penting, di mana mahasiswa merasa tertekan akibat kurangnya dukungan emosional dan pembimbingan dari dosen. Kesimpulannya, meskipun dukungan emosional memiliki peran, masih terdapat ruang bagi Universitas Inaba untuk meningkatkan kualitas dukungan yang diberikan oleh dosen pembimbing, terutama dalam aspek komunikasi dan perhatian terhadap kesejahteraan emosional mahasiswa.
Copyrights © 2025