Dusun Nogosari Kelurahan Selopamioro memiliki potensi remaja yang tinggi untuk diberdayakan sejumlah 90 remaja. Kelurahan Selopamioro ini memiliki angka stunting tertinggi di DIY yaitu 181 dari 915 balita. Mayoritas pekerjaan mitra adalah petani dengan hasil panen padi dan kedelai. Kejadian balita stunting ini muncul disebabkan salah satunya terdapat ibu menikah dini dengan kondisi anemia berat saat hamil. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mewujudkan desa bebas stunting dengan membentuk kader dan posyandu remaja, memberikan pendampingan, penyuluhan serta pelatihan keterampilan pada kelompok remaja. Metode pengabdian dilakukan dengan edukasi, pembentukan posyandu remaja, dan pengolahan bahan makanan serta pembuatan media promosi. Didapatkan hasil bahwa kegiatan yang dilakukan terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 80% pada remaja mengenai kesehatan reproduksi, gizi seimbang dan faktor penyebab terjadinya stunting. Selain itu hasil dari pelatihan kader remaja dan pembentukan posyandu remaja telah dilakukan pengesahan susunan struktur posyandu remaja tercapai 100% di Dusun Nogosari Kelurahan Selopamioro. Produk nugget kedelai sebagai makanan olahan hasil pangan di lingkungan dapat dilakukan dan diproduksi oleh remaja serta motivasi dan antusias remaja 100% mengikuti kegiatan. Upaya pemberdayaan dan kemitraan yang dilakukan dapat terealisasi melalui posyandu remaja yang terbentuk. Pemberdayaan kader remaja dapat menimbulkan kesadaran untuk melakukan skrining kesehatan sehingga desa bebas stunting dengan membentuk kader dan posyandu remaja dapat terwujud.
Copyrights © 2024