Semua warga negara berhak mengakses pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus, misalnya siswa penyandang tunagrahita. Anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan seperti anak lainnya. Oleh karena itu, pemerintah mendirikan berbagai sekolah luar biasa untuk memberikan pendidikan yang memadai kepada anak berkebutuhan khusus, hal yang sulit dicapai di sekolah umum. Oleh karena itu peneliti ingin mempelajari proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus khususnya anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2024 di SLB Negeri Keleyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran di SLB Negeri Keleyan menggunakan kurikulum mandiri dan pembelajaran berdiferensiasi. Strategi pengajaran yang diterapkan guru kelas ketika mengajar anak tunagrahita lebih menitikberatkan pada hubungan praktis antara siswa dan mata pelajaran, karena anak tunagrahita sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep teoritis dan memerlukan pendekatan yang lebih langsung dan tepat sasaran.
Copyrights © 2024