Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi defense mechanism yang digunakan oleh remaja yang melakukan Self-harm di SMP Negeri 1 Kawangkoan dan mengajukan sterategi pastoral konseling. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk menggali pengalaman dan perspektif remaja mengenai faktor-faktor yang mendorong perilaku Self-harm, kaitan defense mechanism dan sterategi pastoral konseling untuk pencegahan serta penanganganannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja sering menggunakan defense mechanism diri seperti represi, rasionalisasi, pengalihan, sublimasi dan identifikasi sebagai respons terhadap tekanan emosional dan konflik interpersonal. Kurangnya dukungan sosial dan akses terhadap layanan kesehatan mental memperburuk situasi ini. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya intervensi yang holistik melalui pastoral konseling, yang tidak hanya berfokus pada pengurangan perilaku Self-harm tetapi juga pada pengembangan strategi coping yang sehat. Kesimpulannya, strategi pastoral konseling yang efektif dalam membantu remaja mengembangkan mekanisme coping yang sehat yaitu pemahaman mendalam tentang Self-harm dan Defense Mechanism, pendekatan holistik dalam konseling, pengembangan coping mechanism yang sehat, pemberdayaan dan Pendidikan, dukungan sosial dan keterlibatan komunitas, serta evaluasi dan penyesuaian strategi.
Copyrights © 2025