Penelitian ini membahas bagaimana komunikasi instrusional anatra pelatih dan atlet tenis meja tunanetra pada proses Latihan. Perbedaan fisik antara pelatih dan atlet tenis meja tunanetra memicu permasalahan komunikasi, dimana instruksi yang semestinya disampaikan oleh pelatih dengan cara audio dan visual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah satu pelatih tenis meja tunanetra dan empat atlet tenis meja penyandang tunanetra. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori identifikasi Kenneth Burke, Dimana kesamaan adalah satu cara identifikasi yang tercipta diantara pelatih dan atlet tenis meja tunnetra, identifikasi meningkat, penyatuan makna meningkat, sehingga akan meningkatkan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama proses komunikasi melalui tahap awal komunikasi, yang akhirnya tercipta cara pelatih dan atlet tenis meja tunanetra berkomunikasi. Kedua, metode komunikasi instruksional yang digunakan pelatih dalam proses Latihan adalah menggunakan metode praktikum, dan metode diskusi. Ketiga, komunikasi instruksional yang dilakukan oleh pelatih dan atlet tenis meja tunanetra Di NPC Sumatera Utara Adalah Komunikasi Verbal Secara lisan.
Copyrights © 2024