Pendidikan inklusi mendorong siswa reguler untuk belajar menerima, memahami, dan peduli terhadap siswa berkebutuhan khusus yang memiliki kekurangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara egosentrisme dengan penerimaan sosial siswa reguler terhadap siswa ABK. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan menggunakan skala egosentrisme dan skala penerimaan sosial. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 114 siswa dengan mengunakan metode purposive sampling. Metode analisa data yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara egosentrisme dengan penerimaan sosial atau hipotesis awal ditolak. Nilai signifikansi sebesar 0,397 (p>0,05) dan nilai korelasi adalah r= -0,080. Tingkat egosentrisme dan penerimaan siswa reguler berada pada kategori rendah.
Copyrights © 2019