Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi budaya patriarki dalam episode pertama serial drama Korea “Agency” dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori semiotika John Fiske. Fokus utama penelitian ini adalah karakter Go Ah-in, yang diperankan oleh Lee Bo-young sebagai simbol perjuangan wanita dalam sistem patriarki analisis, yaitu: Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi yang dapat membantu memahami bagaimana budaya patriarki disampaikan melalui teks media. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan adegan-adegan dalam serial yang mempresentasikan budaya patriarki, analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan memperhatikan lingkungan sekitar, ekspresi wajah, percakapan, hingga sinematografi yang digunakan dalam adegan-adegan dalam serial “Agency”. Pada level realitas drama ini menampilkan gestur, dialog, dan interaksi yang merefleksikan subordinasi wanita ditempat kerja yang didominasi oleh pria. Pada level representasi teknik naratif dan visual seperti sudut kamera, penempatan karakter, dan pencahayaan menegaskan isolasi serta perjuangan tokoh utama dalam menghadapi diskriminasi gender. Sementara itu, pada level ideologi, drama ini mengkritis norma-norma patriarki yang mengakar dalam masyarakat Korea Selatan khususnya dalam industri periklanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa episode pertama “Agency” secara efektif menggambarkan bagaimana budaya patriarki memengaruhi dinamika kekuasaan, hubungan interpersonal, dan ekspetasi sosial terhadap wanita. Go Ah-in dihadirkan sebagai karakter yang berusaha melampaui batasan-batasan gender sehingga menjadi simbol pemberontakkan terhadap sistem patriarki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama ini tidak hanya merefleksikan realitas sosial tetapi juga mengajak penonton untuk mempertanyakan struktur patriarki yag masih kuat dalam masyarakat modern.
Copyrights © 2025