Pendidikan karakter semakin relevan dalam menghadapi pesatnya kemajuan teknologi, terutama bagi generasi digital native yang tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan yang dipenuhi oleh teknologi informasi. Artikel ini mengkaji bagaimana pendidikan dapat diterapkan dalam konteks generasi digital native dengan mengacu pada prespektif pemikiran tokoh filsafat. Pemikiran Hasan Al-Banna mengenai pembentukan karakter yang berbasis pada nilai-nilai agama dan moralitas, serta pentingnya pendidikan yang holistik, memberikan perspektif yang relevan untuk mengatasi tantangan dalam membentuk karakter generasi muda diera digital. Artikel ini mengidentifikasi prinsip-prinsip pendidikan karakter menurut Hasan Al-Banna, seperti keimanan, akhlak mulia, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual, serta menerapkannya pada konteks pendidikan diera digital. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai yang kuat dapat membantu generasi digital native untuk mengelola kecanggihan teknologi dengan bijaksana dan bertanggung jawab, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan sosial, moral, dan etika yang muncul di dunia maya. Diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter yang seimbang antara keterampilan digital dan prinsip-prinsip mulia yang terkandung dalam pemikiran Hasan Al-Banna.
Copyrights © 2025