Kepatuhan terhadap pembatasan cairan merupakan faktor yang sangat penting daam mencegah terjadinya kelebihan cairan (fuid overload) pada pasien gagal ginjal yang menjaani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya overload cairan pada pasien chronic kidney disease (CKD) di Ruang Hemodiaisa RS Bhakti Asih Brebes.Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif koreasi dengan pendekatan cross-sectiona. Sampe daam Penelitian ini sebanyak 40 pasien CKD yang menjaani hemodialisis di RS Bhakti Asih Brebes yang diambi menggunakan teknik tota samping. Pengumpuan data diakukan menggunakan kuesioner kepatuhan pembatasan cairan yang vaid dan reiabe daam mengukur serta pengukuran indeks massa tubuh (IMT) pasien. Analisis data diakukan menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabe yang diteiti. Sebanyak 21 pasien CKD (52,5%) patuh terhadap pembatasan cairan, sebanyak 23 pasien CKD (57,5%) mengaami overload cairan. Hasil Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan dengan kejadian overload cairan pada pasien CKD (p = 0,0001; r = 0,893). Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan dengan kejadian overload cairan pada pasien CKD di Ruang Hemodiaisa RS Bhakti Asih Brebes. Semakin patuh pasien dengan pembatasan cairan maka risiko terjadinya overload cairan akan semakin rendah. Keuarga dapat memberikan dukungan, seperti mengingatkan pasien untuk membatasi asupan cairan atau mengingatkan pasien untuk memenuhi asupan cairan yang adekuat dan menghitung asupan cairan yang masuk dan keluar.
Copyrights © 2025