Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah salah satu praktik kesehatan yang sangat dianjurkan oleh berbagai organisasi kesehatan dunia, termasuk WHO dan UNICEF. Angka cakupan ASI eksklusif secara nasional tahun 2023 yaitu sebesar 70%, di Jawa Barat 72,5%, sementara di Kabupaten Tasikmalaya, cakupan ASI eksklusif sedikit lebih rendah, yaitu sekitar 65%. Pencapaian ini belum mencapai target dari Kementerian Kesehatan sebesar 80%. Beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif diantaranya pengetahuan dan sikap ibu mengenai pentingnya dan cara yang tepat dalam memberikan ASI eksklusif. Faktor lain yaitu bagi ibu yang bekerja, dimana komitmen untuk memberikan ASI eksklusif sering kali menjadi tantangan yang lebih kompleks, terutama karena keterbatasan waktu dan akses untuk menyusui langsung selama jam kerja, sehingga penting bagi ibu untuk mengetahui pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan ASI perah bagi ibu bekerja. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan pemberian informasi untuk memberikan pemahaman pada ibu mengenai manajemen pemberian ASI dengan media dan metode yang sesuai, salah satunya dengan buku saku yang berisi informasi seputar ASI dan manajemen ASI perah. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian ASi eksklusif. Kesimpulan dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pendidikan kesehatan tentang manajemen pemberian ASI penting diberikan pada ibu sejak masa kehamilan sebagai upaya dalam mempersiapkan masa menyusui sehingga bisa meningkatkan cakupan ASI Eksklusif.
Copyrights © 2025