Kualitas udara di dalam ruangan dipengaruhi oleh zat-zat pencemar seperti bahan kimia, pencemaran biologi, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, kelembaban yang terlalu rendah atau tinggi. Zat pencemar biologi adalah mikroorganisme yaitu bakteri, jamur, dan spora yang berada dalam ruangan tersebut. Pengambilan sampel mikrobiologi di udara dapat dilakukan secara pasif dan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan metode pengambilan sampel secara pasif dan aktif terhadap jumlah bakteri udara di tempat kerja, dengan menggunakan sieve impactor dengan indikator jumlah angka kuman. Metode penelitian adalah cross sectional dengan jumlah titikĀ sampel sebanyak 41 titik. Data diolah dengan uji Mann-Whitney karena data terdistribusi tidak normal dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri yang didapatkan dengan metode pengambilan sampel secara pasif lebih banyak daripada jumlah bakteri secara aktif. Dari hasil uji Mann-Whitney didapatkan hasil ada perbedaan signifikan jumlah bakteri ruangan yang didapatkan dengan metode pengambilan sampel secara aktif dan secara pasif dengan hasil sig (2-tailed) =0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan penggunaan metode pengambilan sampel secara pasif dan aktif terhadap jumlah bakteri udara di tempat kerja.Kata kunci : bakteri udara, metode, pengambilan sampel
Copyrights © 2025