Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Keluhan Pasien Skizofrenia saat Melakukan Sholat dan Dzikir di Rumah Sakit Jiwa Ghrasia Ningrum, Dwi Cahya; Irawati, Kellyana
Proceeding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 1 No. 1 (2020): Armoring the Youth to Contribute to the SDGs
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.733 KB)

Abstract

Spiritual sholat dan dzikir merupakan bentuk pendekatan atau keyakinan dengan Allah untuk melakukan suatu ibadah sebagai media berkomunikasi dan menyadaro kebesaran dan keagungan Allah. Beberapa manfaat sholat dan dzikir pada pasien skizofenia yaitu memberikan ketenangan, ketentraman dan sebagai pemusatan perhatian bagi emosional pasien skizofrenia. Penatalaksanaaan pada pasien skizofrenia menggunakan kegiatan spiritual sholat dan dzikir dapat emningkatkan konsentrasi dan memberikan gejala positif untuk mengurangi gejala negatif. Penelitian ini dilakukan karena aktivitas spiritual sholat dan dzikir ini dapat dijadikan sebagai terapi tambahan selain terapi farmakologi dan non farmakologi seperti TAK, terapi menggambar dan lain sebagainya karena mulai tidak efektifnya terapi non farmakologi tersebut sehingga pasien resisten terhadap terapi yang dilakukan berulang-ulang baik oleh petugas kesehatan maupun mahasiswa. Sholat dan dzikir dapat digunakan sebagai sarana pasien untuk mengungkapkan apa yang pasien rasakan ketika pasien tidak dapat bercerita dengan keluarga maupun perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien mengenai aktivitas spiritual yaitu sholat dan dzikir pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi di bangsal RSJ Grhasia. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 6 orang dimana partisipan tersebut ditentukan dengan teknik purposive sampling dan didukung dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Keabsahan data yang didapatkan dari partisipan menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini menemukan 6 tema dan 10 sub tema pada hasil wawancara mendalam dan observasi dengan 6 orang partisipan dan perawat sebagai triangulasi sumber. Kegiatan sholat dan dzikir yang dilakukan pasien skizofrenia memberikan pengaruh dan gejala yang positif terhadap perasaan, pikiran dan emosional pasien skizofrenia.
Kepuasan Pengguna Laboratorium Pendidikan Ningrum, Dwi Cahya; Sulistyawati, S; Sari, Hanif Tegar Muktiana
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan Vol.6, No.1, Januari 2024
Publisher : UPT Laboratorium Terpadu, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jplp.6.1.17-23

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau tidak senang seseorang yang muncul dari perbandingan antara kesan terhadap kinerja produk dan harapannya. Pengguna tidak puas bila pengguna merasa produk atau pelayanan yang diterima tidak sesuai yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna laboratorium FKM Undip dan mengetahui atribut apa saja yang menjadi ketidakpuasan. Penelitian ini bersifat cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Kepuasan pelanggan mengacu pada metode servqual (servis quality) yaitu penilaian terhadap pelayanan petugas, penilaian terhadap peralatan, bahan dan penilaian terhadap sarana prasarana di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna memberikan penilaian sangat puas paling tinggi pada pelayanan petugas yaitu dalam hal penguasaan terhadap alat dan bahan (57,9%). Namun ada pengguna yang memberikan penilaian sangat tidak puas pada keramahan, kesopanan dan sikap dalam pelayanan petugas meskipun jumlahnya sedikit (1,8%). Kesimpulan penelitian ini adalah secara keseluruhan pengguna menyatakan puas terhadap pelayanan laboratorium FKM Undip.   
Perbandingan Metode Sampling Secara Aktif dan Pasif pada Penentuan Jumlah Bakteri Udara di Lingkungan Kerja Ningrum, Dwi cahya; Sulistyawati, Sulistyawati; Sari, Hanif Tegar Muktiana
Jurnal Pengelolaan Laboratorium Pendidikan Vol.7, No.1, Januari 2025
Publisher : UPT Laboratorium Terpadu, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jplp.7.1.57-65

Abstract

Kualitas udara di dalam ruangan dipengaruhi oleh zat-zat pencemar seperti bahan kimia, pencemaran biologi, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, kelembaban yang terlalu rendah atau tinggi. Zat pencemar biologi adalah mikroorganisme yaitu bakteri, jamur, dan spora yang berada dalam ruangan tersebut. Pengambilan sampel mikrobiologi di udara dapat dilakukan secara pasif dan aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan metode pengambilan sampel secara pasif dan aktif terhadap jumlah bakteri udara di tempat kerja, dengan menggunakan sieve impactor dengan indikator jumlah angka kuman. Metode penelitian adalah cross sectional dengan jumlah titik  sampel sebanyak 41 titik. Data diolah dengan uji Mann-Whitney karena data terdistribusi tidak normal dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri yang didapatkan dengan metode pengambilan sampel secara pasif lebih banyak daripada jumlah bakteri secara aktif. Dari hasil uji Mann-Whitney didapatkan hasil ada perbedaan signifikan jumlah bakteri ruangan yang didapatkan dengan metode pengambilan sampel secara aktif dan secara pasif dengan hasil sig (2-tailed) =0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan penggunaan metode pengambilan sampel secara pasif dan aktif terhadap jumlah bakteri udara di tempat kerja.Kata kunci : bakteri udara, metode, pengambilan sampel
Korelasi Hasil Belajar Matematika dan Fisika: Studi Kasus Siswa SMA di Pondok Pesantren Al Mubarok Noviatuzahra, Noviatuzahra; Ningrum, Dwi Cahya; Apriyanti, Niken; Gita, Dewi; Ambarwati, Tatu; Suryana, Tresna Galih Sukma; Suroyo, Suroyo; Suhendar, Suhendar; Mufidah, Mufidah
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v3i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dan signifikansi korelasi antara hasil belajar matematika dan fisika pada siswa kelas X dan XI MIPA SMA Pondok Pesantren Al Mubarok. Metode kuantitatif korelasi digunakan dengan sampel total 87 siswa (kelas X = 46, kelas XI = 41). Data nilai Ulangan Tengah Semester dianalisis menggunakan korelasi Product Moment Pearson dan uji-t. Hasil menunjukkan koefisien korelasi r = 0,50085 (kelas X), 0,52787 (kelas XI), dan 0,50036 (gabungan) dengan tingkat hubungan sedang dan signifikan (t-hitung t-tabel, α = 0,05). Rata-rata nilai matematika (63,61) lebih tinggi daripada fisika (47,06), namun variansi matematika yang lebih besar (128,49 vs 88,18) menunjukkan kegagalan transfer pengetahuan matematis ke konteks fisika. Disimpulkan bahwa penguatan kemampuan matematika serta penerapan strategi pembelajaran terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar fisika di lingkungan pesantren.
“RED FLAG” dalam Pembelajaran GLBB: Identifikasi Miskonsepsi Siswa Menggunakan Two-Tier Diagnostic Test Hasanah, Tatmimatul; Ningrum, Dwi Cahya; Suryana, Tresna Galih Sukma
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpf.v13i1.27356

Abstract

AbstractThis study was conducted to identify student misconceptions regarding Uniformly Accelerated Linear Motion (GLBB) through the application of a two-tier diagnostic instrument and analyzed using the Rasch model approach. The method used was descriptive quantitative, with 42 students of grade XI MIPA 4 at SMA Negeri 1 Mancak as subjects. The instrument consisted of 11 two-tier questions consisting of two parts: multiple-choice questions (the first tier) and rationale for the chosen answer (the second tier). The data were analyzed using Ministep software version 5.9.1.0 to determine the level of item suitability and student ability based on the Rasch model. The results showed item reliability of 0.92, individual reliability of 0.58, and a Cronbach's Alpha value of 0.73. Misconceptions indicated that most students experienced conceptual errors in the concepts of acceleration, velocity-time graphs, and incorrect use of motion formulas. The Wright map showed a varied distribution of student abilities, with a tendency to fall slightly above the item difficulty level. This study emphasizes the importance of using a two-tier diagnostic instrument to uncover misconceptions as a basis for developing physics learning strategies in schools.Keywords: GLBB, two-tier, misconception, Rasch model, diagnostics AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa dalam materi Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) melalui penerapan instrumen diagnostik two-tier dan dianalisis dengan pendekatan model Rasch. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif, dengan subjek 42 siswa kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri 1 Mancak. Instrumen berupa 11 butir soal two-tier yang terdiri dari dua bagian, yakni pertanyaan pilihan ganda (tier pertama) dan alasan pemilihan jawaban (tier kedua). Hasil data dianalisis menggunakan perangkat lunak Ministep versi 5.9.1.0 untuk mengetahui tingkat kesesuaian item dan kemampuan siswa berdasarkan model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliabilitas item sebesar 0,92, reliabilitas person 0,58, dan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,73. Identifikasi miskonsepsi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesalahan konseptual pada konsep percepatan, grafik kecepatan terhadap waktu, serta penggunaan rumus gerak yang tidak tepat. Peta Wright menunjukkan distribusi kemampuan siswa yang bervariasi dengan kecenderungan berada sedikit di atas tingkat kesulitan item. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan instrumen diagnostik two-tier untuk mengungkap miskonsepsi sebagai dasar perkembangan strategi pembelajaran fisika di sekolah.Kata kunci: GLBB, two-tier, miskonsepsi, model Rasch, diagnostik