Film "Badrun & Loundri" karya Garin Nugroho merupakan karya sinema yang kaya akan kritik sosial, menyentuh berbagai isu yang relevan dengan masyarakat modern Indonesia. Dalam film ini, penonton diajak mengikuti perjalanan Badrun, seorang pria berusia 55 tahun yang hidup sederhana dan terjebak dalam situasi yang tidak terduga setelah menemukan tas laundry berisi pakaian. Melalui karakter dan dialog yang kuat, film ini menggambarkan ketimpangan sosial, manipulasi citra, dan relasi kekuasaan yang ada di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis sosiologi sastra untuk menafsirkan film sebagai representasi kehidupan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa dialog antar karakter tidak hanya menggambarkan situasi sehari-hari, tetapi juga mencerminkan realitas sosial yang kompleks, seperti kemiskinan, marginalisasi, dan tekanan sosial yang dialami oleh kelas bawah. Melalui penggambaran yang mendalam, film ini mengajak penonton untuk lebih peka terhadap isu-isu sosial di sekitarnya dan mendorong mereka untuk mengembangkan sikap kritis. Dengan pendekatan ini, "Badrun & Loundri" berhasil menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan sosial yang adil dan berkelanjutan. Kata-kata kunci: Kritik Sosial, Film, Badrun & Loundri
Copyrights © 2025