Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) menghadapi berbagai tantangan dalam berpartisipasi dalam aktivitas olahraga, terutama di lingkungan pendidikan khusus seperti Sekolah Luar Biasa (SLB). Kurangnya pemahaman dan sosialisasi mengenai olahraga permainan adaptif menjadi salah satu kendala utama dalam menyediakan lingkungan olahraga yang aman, nyaman, dan inklusif bagi ABK. Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan berbagai bentuk olahraga permainan adaptif yang aman dan nyaman bagi ABK di SLB Kasih Ibu Pekanbaru. Melalui sosialisasi ini, diharapkan guru dan tenaga kependidikan dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam mengimplementasikan aktivitas olahraga yang sesuai dengan kebutuhan ABK. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendekatan sosialisasi dan pelatihan partisipatif yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik di SLB Kasih Ibu Pekanbaru. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi teoritis, demonstrasi praktik olahraga adaptif, serta sesi diskusi dan evaluasi untuk mengukur efektivitas sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sosialisasi olahraga permainan adaptif meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan dan menerapkan strategi olahraga yang lebih inklusif. Selain itu, partisipasi ABK dalam aktivitas fisik mengalami peningkatan, baik dari segi keterlibatan maupun kenyamanan mereka dalam berolahraga. Pengabdian ini menegaskan pentingnya sosialisasi olahraga permainan adaptif dalam mendukung pendidikan jasmani yang inklusif bagi ABK. Rekomendasi utama dari pengabdian ini adalah perlunya program pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kependidikan di SLB serta pengembangan kebijakan pendidikan jasmani yang lebih adaptif di sekolah luar biasa. Implikasi dari temuan ini juga menyoroti urgensi kolaborasi antara akademisi, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan olahraga yang lebih inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2025