Palang Pintu is one of the traditional traditions of the Betawi people which still has a very strong culture today and is still often used at weddings. The Betawi people's doorstop tradition provides various values in it, one of which is cultural value or cultural meaning, with various series of processions in it which makes the Betawi people use or use this tradition in the wedding procession of their sons and daughters which is also a sign gratitude to God and preserving the culture of previous ancestors so that this procession can continue to be preserved for future generations. The doorstop is also a symbol for the prospective groom to open a barrier or open the door of blessing to the prospective bride before getting married, there are many series The procession includes martial arts fighting, reading the Koran, beating the tambourine, carrying offerings to lighting firecrackers which is a sign that the groom has arrived or will enter the bride's area. The various series of events have their own meanings or meanings in them. .The purpose of this research is to find out the cultural meanings contained in the Palang Pintu traditional traditions of the Betawi people. The research method used is a qualitative descriptive research method. Data collection uses the interview method. The conclusion of this research is that there are many cultural values contained in the Palang Pintu traditional traditions of the Betawi people. ABSTRAK Palang Pintu merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Betawi yang masih sangat kental budaya nya sampai saat ini dan juga masih sering dipakai dalam sebuah pernikahan. Tradisi palang pintu masyarakat betawi memberikan berbagai nilai-nilai di dalam nya, salah satunya adalah nilai budaya atau makna budaya nya, dengan berbagai rangkaian prosesi di dalamnya yang membuat kalangan masyarakat betawi menggunakan atau memakai tradisi ini dalam prosesi pernikahan putra-putrinya yang juga sebagai tanda rasa syukur kepada Tuhan serta melestarikan budaya para leluhur terdahulu agar prosesi ini dapat terus dilestarikan kepada generasi-generasi berikutnya.Palang pintu juga sebagai simbol bagi calon mempelai pria untuk membuka penghalang atau membuka pintu restu kepada pihak calon mempelai wanita sebelum melangsungkan pernikahan, banyak sekali serangkaian prosesi di dalamnya dari mulai beradu silat, membaca Al-Qur’an, menabuh rebana, membawa seserahan hingga menyalakan petasan yang menjadi sebuah pertanda bahwa calon pengantin pria telah sampai atau akan memasuki daerah calon pengantin wanita. Dari berbagai rangkaian acara tersebut memiliki makna-makna atau arti tersendiri di dalamnya. .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna-makna budaya yang terkandung dalam tradisi adat Palang Pintu masyarakat Betawi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara. Kesimpulan dari penelitian ini adalah banyak nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi adat Palang Pintu masyarakat Betawi.
Copyrights © 2024