Tuberkulosis dan Diabetes Melitus merupakan masalah kesehatan yang saling berkaitan dan dapat memperburuk kondisi pasien. Di Desa Kali, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, angka kejadian Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus cukup tinggi. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan bagi tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan peran mereka dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini menggunakan metode pelatihan interaktif berbasis Interprofessional Education dan Interprofessional Collaboration, yang berlangsung selama tujuh bulan, dari Maret hingga September 2024. Peserta pelatihan terdiri dari 25 tokoh masyarakat yang diberikan edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif menggunakan booklet sebagai bahan ajar. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan dan penanganan Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 50,54% meningkat menjadi 77,17% pada post-test. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas metode pelatihan dalam memperkuat peran tokoh masyarakat sebagai agen perubahan di komunitas mereka. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis pada penderita Diabetes Melitus serta berkontribusi dalam pencapaian target nasional dalam pengendalian penyakit menular.
Copyrights © 2025