Dalam kehidupan yang berkembang saat ini, konflik tidak terelakkan dan sering terjadi di berbagai organisasi, termasuk gereja. Konflik ini bisa disebabkan oleh ketidakpercayaan, komunikasi yang buruk, perbedaan kompetensi, tujuan yang berbeda, dan faktor lainnya. Dalam gereja, konflik dapat mempengaruhi organisasi dan para anggota jemaat. Demikian yang terjadi di GMIM Petra Boyong Pante, terjadi konflik internal di kalangan pemuda akibat pengambilan keputusan sepihak tanpa melibatkan pemimpin. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan. Untuk menangani konflik ini, diperlukan peran Pastoral Konseling. Pastoral konseling berfungsi membantu jemaat mengatasi krisis dalam hidup, meningkatkan spiritualitas, dan menjadi saksi yang hidup bagi iman mereka. Pendampingan pastoral dapat dilakukan melalui konseling individu, kelompok studi Alkitab, atau media modern lainnya, dan harus disesuaikan dengan kebutuhan anggota jemaat. Pastoral konseling mendorong pertumbuhan rohani serta pemahaman firman Tuhan. Tujuan utama pastoral konseling adalah membantu individu berubah, tumbuh, dan berfungsi secara maksimal. Konselor bertindak sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan aman untuk eksplorasi diri. Dengan mengelola konflik dengan baik, dampaknya bisa diminimalkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan fungsi mendamaikan dalam pastoral konseling sebagai solusi untuk konflik di pelayanan pemuda GMIM Petra Boyong Pante.
Copyrights © 2024