Bencana kebakaran yang menghanguskan rumah atau gedung semakin banyak terjadi terutama pada musim kemarau panjang yang selalu ada setiap tahun. Bencana kebakaran terburuk yang terjadi di jalan KZ Abidin Kelurahan Belakang Pondok Kota Bengkulu bulan November 2021 yang lalu mengakibatkan empat orang meninggal dengan kondisi tubuh hangus terbakar. Tingginya tingkat kejadian bencana kebakaran ini disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya karena minimnya pengetahuan terhadap sistem deteksi kebakaran dan pemadaman otomatis yang bisa dirancang sendiri dengan teknologi yang sederhana. Pada penelitian ini sistem deteksi bencana kebakaran dirancang menggunakan sensor asap, sensor suhu dan sensor api sebagai komponen pendeteksi dengan menggunakan mikrokontroller sebagai control centre system untuk mengendalikan beberapa komponen pemadam secara otomatis. Selain itu, sistem deteksi bencana kebakaran yang dibangun juga akan mengukur dan menginformasikan data terkait bencana kebakaran sebelum dan sesudah secara real time kepada siapa saja yang telah terdaftar dalam database jaringan GSM control centre number melalui aplikasi whatsapp. Hasil dari penelitian adalah kinerja sensor asap (sensor MQ2) dapat diketahui bahwa nilai setpoint untuk mendeteksi keberadaan asap bernilai lebih dari 100 atau ketika tidak ada asap nilai sensor MQ2 yang terbaca oleh sensor dalam kisaran range 90-95.
Copyrights © 2025