Pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan penghargaan terhadap budaya dan tradisi lokal. Guru memegang peranan yang sangat strategis dalam pengembangan pembelajaran ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran guru dapat mengembangkan pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dengan kearifan lokal, sehingga siswa dapat memahami dengan mudah budaya-budaya yang ada. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjeknya yaitu guru-guru wali kelas dan kepala sekolah di SD Negeri Gorua. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu Peran guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal sangatlah besar. Selain berfungsi sebagai pengajar, guru juga menjadi fasilitator, motivator, dan teladan bagi siswa dalam memahami dan melestarikan budaya lokal. Pengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran guru tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang menghargai dan mencintai budaya mereka. Guru juga memiliki tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru tentang kearifan lokal yang ada di daerah mereka sehingga penting bagi guru untuk mendapatkan pelatihan atau pembekalan tentang kearifan lokal agar dapat lebih efektif mengajarkan nilai-nilai budaya dan tradisi kepada siswa. Tantangan selanjutnya yaitu keterbatasan sumber daya dan sarana. Banyak sekolah di Pulau Morotai yang berada di daerah perbatasan, tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya yang dapat digunakan untuk pembelajaran berbasis budaya lokal.
Copyrights © 2025