Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DENGAN MEDIA GAMBAR SERIPADA SISWA KELAS III SD NEGERI 1 DARUBA KABUPATEN PULAU MOROTAI M Rais Salim; Ledy Yanti Lessy
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 3 No 5 (2019): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Mei
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.419 KB)

Abstract

Tujuan pengajaran bahasa adalah untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulis. Salah satu kemampuan siswa yang mendasar adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan menggunakan bahasa tulis. Untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa kelas III SD Negeri I Daruba Pulau Morotai peneliti menggunakan media gambar seri sebagai sarana untuk membantu siswa dalam menyampaikan gagasannya. Pada saat proses belajar mengajar menggunakan media gambar berseri dapat meningkatkan menulis karangan, dapat dilihat dari hasil tes keterampilan menulis karangan. Hal tersebut terbukti dari peningkatan hasil belajar siswa, pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar mencapai 54,70 dengan presentase tuntas belajar klasikal 20,58% nilai rata-rata siklus II meningkat menjadi 80,58. Presentase klasikal l pun meningkat menjadi 88.24%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas III SD Negeri 1 Daruba.
Outline Technique in Teaching Writing Skill at MTS Negeri 1, Morotai Island Megawati Basri; Rina Wahyuni; Gullty Karlos Papingka; Ledy Yanti Lessy
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v2i3.3354

Abstract

Writing is one of the skills in English. It should be learned for the students because they have to produce the text in English. Some students face any problems in learning and practice of writing skill. For this case, the researchers found the solution in students writing. the teacher should be creative and innovative in teaching writing because in this part, the teacher has the big role to make the students know how to write in a good way. The researchers applying the outline technique in teaching writing. Outline technique is the technique that used for the students to organize the idea and arrangement of the idea and pour into the text. The aim of this research is to know whether the students improve their writing skill in using outlining technique or not, and what is the problem that face by the students when applying this technique. This research is happened in MTs State 1 of Morotai Island. This research is quantitative research using T-test which is the result show that the score was 0.755 and it was higher that r table 0.367. it can be said that the data is accepted. The result of this result is the application of outline technique improve the students’ writing skill.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL SISWA KELAS II-A SD NEGERI UNGGULAN 1 PULAU MOROTAI KECAMATAN MOROTAI SELATAN Ledy Yanti Lessy; Siti Raudia Soleman
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas II-A SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai, siswa belum mampu menerima pelajaran bahkan merasa bosan dengan pola belajar yang ada. Untuk itu, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul; Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Media Visual Siswa Kelas II-A SD Negeri Unggulan 1 Pulau Morotai Kecamatan Morotai Selatan. Penelitian dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus penelitian, dimana pada siklus I, dari keseluruhan 25 siswa terdiri dari 17 siswa dan 8 siswi, yang tuntas belajar berjumlah 9 siswa (36%) sedangkan 16 siswa (64%) belum tuntas. Untuk itu, observer berkesimpulan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia materi “Merawat Hewan di Sekitarku” belum berhasil dan di lanjutkan ke penelitian siklus II. Pada penelitian siklus II, peneliti melakukan perbaikan pembelajaran siklus I sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan persiapan yang baik, maka penelitian siklus II mendapatkan hasil yang lebih baik dari siklus I. Pada siklus II menujukan adanya peningkatan, dari 9 siswa (36%) yang berhasil pada siklus I, sedangkan pada siklus II menjadi 24 siswa (96%), hasil ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II, ini di karenakan dalam hal pemahaman terhadap materi yang di ajarkan sudah lebih baik dari siklus I. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Visual dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia materi “Merawat Hewan di Sekitarku”. Sementara 1 siswa (4%) yang belum berhasil, di lakukan remedial.
EDSA GOES TO SCHOOL AT WARINGIN, PULAU MOROTAI Megawati Basri; Ledy Yanti Lessy; Nurhani Mahmud; Gullyt Karlos Papingka; Rina Wahyuni; Akmal Hi Dahlan
Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): APRIL-JULI
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/ampoen.v2i1.1621

Abstract

Salah satu pengabdian yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar bahasa inggris ialah EDSA Goes to School ini diharapkan mampu dapat menjaga kontinuitas para calon tenaga pendidik bahasa inggris sebagai sumber daya berkualitas dalam mengajarkan atau sebagai tenaga pendidik masa depan dalam menjawab tantangan yang ada dan akan datang dan diharapkan siswa dapat termotivasi dan meningkatnya minat belajar bahasa inggris yang dapat dipelajari dengan mudah dan menyangkan model pengajaran berbasis microteaching dengan pendekatan fun based learning dengan memberikan pembelajaran singkat namun menyenangkan
Strategi Melestarikan Permainan Tradisional Indonesia dari Perbatasan dan Pulau Terluar Febriana Pratiwi; Gullyt Karlos Papingka; Ledy Yanti Lessy; Nurhani Mahmud; Megawati Basri; Fahmi Djaguna; Subhan Hayun; Amrin Sibua; Abd Sarman Sibua; Akmal Hi Dahlan
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pada perubahan cara bermain anak-anak. Sebagian besar anak-anak saat ini lebih menyenangi permainan berbasis gawai. Permainan tradisional sudah tidak lagi dimainkan oleh anak-anak. Hal ini menjadi salah satu sebab permainan tradisional Indonesia perlahan mengalami kepunahan. Pengabdian ini berfokus pada upaya melestarikan permainan tradisional Indonesia yang hampir punah melalui festival permainan tradisional. Metode yang dilakukan pada program pengabdian ini berupa kegiatan festival lomba permainan tradisional antar siswa sekolah dasar yang diikuti sebanyak 36 peserta dari 3 sekolah dasar yang ada di Kab Pulau Morotai. Dengan adanya festival permainan ini anak-anak kembali memainkan permainan tradisional Nusantara. Festival permainan tradisional ini merupakan kegiatan pertama dilakukan di Kab. Pulau Morotai membuat antusias terhadap kegiatan festival ini sangat tinggi sehingga perlu untuk mempromosikan permainan tradisional ke skala yang lebih luas. Kata kunci: Festival, Gawai, Permainan Tradisional, Olahraga, Pulau Morotai
Transformasi penulisan artikel ilmiah dengan kecerdasan buatan: Pengembangan kapasitas mahasiswa Lessy, Ledy Yanti; Pratiwi, Febriana; Basri, Megawati; Papingka, Gullyt Karlos; Sarapung, Risky Richlos; Mahmud, Nurhani
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i1.22582

Abstract

Penulisan artikel ilmiah adalah keterampilan penting bagi mahasiswa yang ingin berkontribusi secara signifikan dalam dunia akademik. Namun, tantangan dalam menyusun artikel berkualitas sering menghambat produktivitas dan pencapaian akademik mahasiswa. Seiring dengan kemajuan teknologi, kecerdasan buatan (AI) kini menjadi alat yang efektif dalam mendukung berbagai aspek penulisan ilmiah. Program pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan metode service learning untuk mendampingi mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan penulisan ilmiah dengan memanfaatkan platform berbasis AI, yaitu SciSpace. Melalui service learning, mahasiswa terlibat langsung dalam mempelajari dan mengaplikasikan teknologi AI dalam kegiatan penulisan, yang tidak hanya membantu mereka memahami fitur-fitur AI dalam penyusunan, penyuntingan, dan pengelolaan referensi, tetapi juga meningkatkan kemampuan kolaborasi dan keterampilan praktis mereka. Hasil program menunjukkan bahwa penggunaan SciSpace membantu mahasiswa secara signifikan dalam mengurangi kesalahan penulisan, mempercepat proses penyusunan artikel, dan meningkatkan kualitas karya ilmiah. Program ini berhasil membekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi yang relevan untuk masa depan dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan akademik. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan mendukung tercapainya pendidikan berkualitas yang merata.
UPAYA GURU UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CLASROOM READING PROGRAM KELAS IV-B SDN UNGGULAN III PULAU MOROTAI Mursalin, Sultilawati; Sabban, Irawati; Lessy, Ledy Yanti
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v3i3.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Upaya Guru Meningkatkan Minat Baca Menggunakan Model Pembelajaran Clasroom Reading Program Kelas IV-B SDN Unggulan III Pulau Morotai. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu mendeskripsikan setiap tahapan (siklus) yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model Clasroom Reading Program pada siswa kelas IVB SDN Unggulan III Pulau Morotai meningkatkan minat baca. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami peningkatan minat baca menggunakan model pembelajaran Clasroom Reading Program yang diterapkan. Pada siklus I, Diketahui terdapat 8 siswa (36,36%) yang dinyatakan tuntas, sementara sisanya 14 siswa (63,63%) belum mencapai ketuntasan dari jumlah keseluruhan 22 siswa. Namun pada siklus II terjadi peningkatan nilai diatas rata-rata (70%) atau diketahui 18 siswa(81,81%) yang dinyatakan tuntas, sementara diketahui jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa(18,18%) dari jumlah keseluruhan 22 siswa.
ANALISIS PROBLEMATIKA PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD GMIH LOC KABUPATEN PULAU MOROTAI Lessy, ledy yanti; Papingka, Gullyt Karlos
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.6073

Abstract

Pentingnya kearifan lokal dalam pendidikan disorot sebagai sarana untuk melestarikan keragaman budaya dan nilai-nilai di kalangan generasi muda. Namun, penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah dasar, seperti di SD GMIH Loc di Kabupaten Pulau Morotai, menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan melibatkan 9 responden dari kalangan kepala sekolah, guru kelas dan guru bidang studi penelitian ini telah mengekplorasi problematika penerapan pembelajaran kearifan lokal di SD. Hasil penelitian menunjukan bahwa problematika dari penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal yaitu sumber daya dan pelatihan yang terbatas untuk guru-guru di SD GMIH LOC, yang mengakibatkan kurangnya ilmu budaya setempat untuk diintegrasikan tradisi lokal ke dalam proses pembelajaran. Sementara beberapa siswa menunjukkan minat pada budaya lokal, pengetahuan mereka tetap dangkal karena penerapan pendidikan kearifan lokal yang tidak konsisten. Penggunaan teknologi, seperti media digital, diakui sebagai alat untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa tentang budaya lokal. Kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk menyediakan pelatihan, sumber daya, dan materi yang memadai. Tanpa dukungan dan kerja sama yang kuat, ada risiko bahwa kearifan lokal akan terkikis oleh modernisasi, yang mengarah pada terputusnya generasi muda dari identitas budaya mereka.
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SD NEGERI GORUA KABUPATEN PULAU MOROTAI Lessy, Ledy Yanti; Saksi, Yerlina
JURNAL PASIFIK PENDIDIKAN Vol 4 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jukip.v4i1.111

Abstract

Pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman dan penghargaan terhadap budaya dan tradisi lokal. Guru memegang peranan yang sangat strategis dalam pengembangan pembelajaran ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui peran guru dapat mengembangkan pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang diintegrasikan dengan kearifan lokal, sehingga siswa dapat memahami dengan mudah budaya-budaya yang ada. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjeknya yaitu guru-guru wali kelas dan kepala sekolah di SD Negeri Gorua. Data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu Peran guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal sangatlah besar. Selain berfungsi sebagai pengajar, guru juga menjadi fasilitator, motivator, dan teladan bagi siswa dalam memahami dan melestarikan budaya lokal. Pengintegrasikan kearifan lokal ke dalam proses pembelajaran guru tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang menghargai dan mencintai budaya mereka. Guru juga memiliki tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan guru tentang kearifan lokal yang ada di daerah mereka sehingga penting bagi guru untuk mendapatkan pelatihan atau pembekalan tentang kearifan lokal agar dapat lebih efektif mengajarkan nilai-nilai budaya dan tradisi kepada siswa. Tantangan selanjutnya yaitu keterbatasan sumber daya dan sarana. Banyak sekolah di Pulau Morotai yang berada di daerah perbatasan, tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya yang dapat digunakan untuk pembelajaran berbasis budaya lokal.
Penerapan IPA berbasis lingkungan untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD Sarapung, Risky Richlos; Malan, Irawati Hi; Pratiwi, Febriana; Nurhani Mahmud; Papingka, Gullyt Karlos; Basri, Megawati; Lessy, Ledy Yanti
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v6i2.23749

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mahasiswa calon guru SD dalam merancang pembelajaran IPA yang kontekstual dan berbasis lingkungan. Padahal, pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan penting untuk meningkatkan relevansi materi IPA dengan kehidupan siswa serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan eksplorasi selama tiga hari, yang mencakup ceramah interaktif, diskusi, observasi lapangan, penyusunan perangkat ajar, dan microteaching. Pelatihan ini diikuti oleh 40 mahasiswa PGSD semester IV dan VI di Universitas Pasifik Morotai. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan pedagogis, serta penilaian produk RPP dan media. Hasil analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual mahasiswa (rata-rata peningkatan 23,5%, p < 0,001). Mahasiswa juga menghasilkan RPP tematik dan media berbasis potensi lokal seperti daun mangrove dan batuan pantai. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk sikap peduli lingkungan dan kesadaran akan pentingnya konteks lokal dalam pembelajaran IPA. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis serupa.