Latar belakang. Hiperbilirubinemia sering dijumpai pada neonatus. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat hubungan hiperbilirubinemia dengan infeksi bakteri salah satunya infeksi saluran kemih (ISK). Pemeriksaan urinalisis perlu dilakukan untuk mendiagnosis ISK. Komponen urinalisis yang memiliki sensitivitas tinggi untuk diagnosis ISK adalah leukosituria.Tujuan. Mengetahui hubungan hiperbilirubinemia dengan leukosituria pada neonatus di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.Metode. Studi analitik observasional dengan desain penelitian potong lintang. Sampel adalah neonatus dengan hiperbilirubinemia di ruang Neonatal Intensive Care Unit/NICU Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Analisis penelitian dengan uji korelasi Spearman.Hasil. Dari 31 neonatus dengan hiperbilirubinemia terdiri dari laki-laki 19(61,3%) dan perempuan 12(38,7%). Leukosituria didapatkan pada 6 laki-laki dan 4 perempuan. Analisis data menunjukkan tidak terdapat hubungan hiperbilirubinemia dengan leukosituria pada neonatus (nilai p=0,071), koefisien korelasi -0,328.Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan hiperbilirubinemia dengan infeksi saluran kemih pada neonatus di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Copyrights © 2025